<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>blown - Komunitas blogger Wonogiri</title>
	<atom:link href="http://wonogiriku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wonogiriku.wordpress.com</link>
	<description>BLOWN</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2011 05:37:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wonogiriku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/c1fabaca37403d86d4f641bf6e38f456?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>blown - Komunitas blogger Wonogiri</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wonogiriku.wordpress.com/osd.xml" title="blown - Komunitas blogger Wonogiri" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wonogiriku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gumiwang sebuah desa diselatan wonogiri</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/10/07/gumiwang-sebuah-desa-diselatan-wonogiri/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/10/07/gumiwang-sebuah-desa-diselatan-wonogiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 08:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[gumiwang]]></category>
		<category><![CDATA[gumiwang lor]]></category>
		<category><![CDATA[wuryantoro]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[gumiwang lor, sebuah desa yang berkecamatan di wuryantoro. sebuah kecamatan kecil di selatan wonogiri. diperlukan kurang lebih 30 menit dari pusat kota &#8220;gaplek&#8221; tersebut. menurut wikipedia wuryantoro ditulis demikian Wuryantoro adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Daerah ini terletak di sisi barat Waduk Gajah Mungkur, hampir 1/3 luas wilayahnya terendam air waduk tersebut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=137&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://www.wuryantoro.wonogiri.org/mod/album/media/normal/494394-02590425012007@TUGU-BEDHOL-DESO.jpg" alt="" width="236" height="188" />gumiwang lor, sebuah desa yang berkecamatan di wuryantoro. sebuah kecamatan kecil di selatan wonogiri. diperlukan kurang lebih 30 menit dari pusat kota &#8220;gaplek&#8221; tersebut. menurut wikipedia wuryantoro ditulis demikian</p>
<blockquote><p><strong>Wuryantoro</strong> adalah sebuah <a title="Kecamatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kecamatan">kecamatan</a> di <a title="Kabupaten Wonogiri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Wonogiri">Kabupaten Wonogiri</a>, <a title="Jawa Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah">Jawa Tengah</a>.</p>
<p>Daerah ini terletak di sisi barat Waduk Gajah Mungkur, hampir 1/3 luas wilayahnya terendam air waduk tersebut. Geografis wilayah sebagian besar merupakan daerah pegunungan dan dataran sebagai areal pertanian. Sebelah utara berbatasan dengan <a title="Kecamatan Wonogiri (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Wonogiri&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecamatan Wonogiri</a>, sebelah Timur berbatasan dengan <a title="Kecamatan Nguntoronadi (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Nguntoronadi&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecamatan Nguntoronadi</a> dan <a title="Kecamatan Baturetno (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Baturetno&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecamatan Baturetno</a>, Sebelah Selatan berbatasan dengan <a title="Kecamatan Eromoko (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Eromoko&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecamatan Eromoko</a> dan sebelah barat berbatasan dengan <a title="Kecamatan Manyaran (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kecamatan_Manyaran&amp;action=edit&amp;redlink=1">Kecamatan Manyaran</a>.</p>
<p>Kecamatan Wuryantoro Terdiri dari Kelurahan Wuryantoro, Kelurahan Mojopuro, Desa Mlopoharjo, Desa Genukharjo, Desa Sumberjo, Desa Gumiwang Lor, Desa Pulutan Kulon dan Desa Pulutan Wetan.</p></blockquote>
<p>setidaknya kecamatan kecil ini masih bisa masuk ke ensiklopedia Online terbesar ini. lalu bagaimana kalau kita mempersempit lagi dari kecamatan ke desa. Gumiwang lor demikian namanya.<span id="more-137"></span></p>
<p><img title="Selebihnya..." src="../wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" /></p>
<p>di dunia maya, gumiwang lor belum &#8220;terkenal&#8221; dengan mengetikkan &#8220;gumiwang lor&#8221; di semin pencari google hasil yang didapat bukan tentang statistik desa tersebut akan tetapi soal posisi balidesanya lewat situs map wikimapia. berikut ini alamatnya <a href="http://wikimapia.org/4422412/id/Balai-Desa-Gumiwang-Lor">balai desa gumiwang lor</a> selain itu yang sempat masuk hasil pencarian google adalah <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1991/07/06/KRI/mbm.19910706.KRI14525.id.html">kasus pembunuhan sang kepala desa tahun 1991 </a>silam. selain itu saya tidak menemukan hal yang bisa dibanggakan dari hasil pencarian tersebut</p>
<p>di desa yang belum begitu dikenal mbah google tersebut, 27 tahun silam aku dilahirkan. dari kecil hingga SMP setidaknya aku berdomisili di sana, namun selepas lulus SMP aku memilih kuliah di STM N 1 surakarta, dan hanya beberapa hari sekali aku pulang ke gumiwang, sesudah lulus STM aku dipaksa untuk menceraikan desa tercintaku dan kawin lagi dengan kota yang bernama jakarta.</p>
<p>hingga akhirnya salah seorang rekan menelpon ketika lebaran kemarin, Ferri andri hatmoko. demikian namanya. bayang bayang masa lalu seketika itu juga seperti terhampar indah di dalam lamuanku. tidak beberapa lama sahabat ku kembali menelpon. Dwi Prucul (maaf aku lupa nama panjangmu) menelpon cukup lama. walau dia tinggal di malaysia, tapi aroma gumiwangnya sangat terasa kental sekali.</p>
<p>ketika aku kangen dengan gumiwang, aku mulai berpikir memanfaatkan teknologi untuk memper pendek jarak jakarta gumiwang. lewat situs jejaring facebook aku aku melepas rindu. jika sebelumnya dua saudaraku, yusuf anggoro seto dan adiknya winda yulian aku sudah add. kemudian menyusul arif nurrahman, dan adiknya hermawan nurahman anak dari pak ali guru olahragaku kala sd dulu, lalu double tito yang juga kakak beradik, tito adi sepana dan tito wahyu anggoro anak pak Djito pak RT. lalu ada si sur / suryanto atau raden jamel, ada lagi aris mbak tinem yang menggunakan id benjoul irawan, dan yang terakhir pasangan kakak ade, dicky dan dini putra dari mas saroso dan mbak tutik.</p>
<p>sedikit memang tapi tu setidaknya bisa mengobati kerinduan ini. buat teman teman, adek2 ku di gumiwang. Ayo belajar lah menulis, karena seorang pramoedya ananta toer pernah berujar &#8221; menulis akan membuat kita terkenal&#8221;</p>
<p>bawa gumiwang menjadi terkenal. Bravo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=137&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/10/07/gumiwang-sebuah-desa-diselatan-wonogiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.wuryantoro.wonogiri.org/mod/album/media/normal/494394-02590425012007@TUGU-BEDHOL-DESO.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Milis EI : BIla Penulis Surat Pembaca Dikejar Macan</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/09/28/milis-ei-bila-penulis-surat-pembaca-dikejar-macan/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/09/28/milis-ei-bila-penulis-surat-pembaca-dikejar-macan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 02:12:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Bila Penulis Surat Pembaca Dikejar Macan ! Isu mengenai “tuntutan” adanya penghargaan bagi penulis surat pembaca, muncul lagi. Terakhir hal itu diungkap oleh Muh. Mahfudin asal Kebumen  di kolom “Surat Pembaca”  harian Suara Merdeka, 25/9/2009 yang lalu. Ia mengaku sebagai seorang penulis surat pembaca pemula, yang juga berkata bahwa tanggapan pembaca melalui email untuknya ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=133&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bila Penulis Surat Pembaca Dikejar Macan !</strong></p>
<p><img class="alignleft" src="http://images.humorline.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/QjLc2goKClcAADlliV01.JPG/Erika-Michiko-050304-20-cm.JPG?et=N%2C0rUiClMv65vmcgoHgWRw&amp;nmid=1463375" alt="" width="241" height="201" />Isu mengenai “tuntutan” adanya penghargaan bagi penulis surat pembaca, muncul lagi. Terakhir hal itu diungkap oleh Muh. Mahfudin asal Kebumen  di kolom “Surat Pembaca”  harian Suara Merdeka, 25/9/2009 yang lalu. Ia mengaku sebagai seorang penulis surat pembaca pemula, yang juga berkata bahwa tanggapan pembaca melalui email untuknya ikut pula  mendorong motivasi dirinya untuk terus menulis.</p>
<p>Isu di atas mengingatkan saya akan ujaran Putu Wijaya, sastrawan terkemuka Indonesia. Ketika di tahun 80-an, saat saya masih belajar di Universitas Indonesia di Rawamangun, saya mengikuti ceramah sastra di arena pekan buku Indonesia di Balai Sidang Jakarta. Sastrawan dan dramawan asal Tabanan Bali itu berkata bahwa ada dua jenis penulis di dunia ini.</p>
<p>Pertama, mereka yang dikejar macan dari dalam,  dan yang kedua, penulis  yang diuber macan dari luar. Macan dari dalam adalah keinginan utama untuk berekspresi, menyuarakan hati nurani, memperkaya khasanah ilmu pengetahuan kepada dunia. Sementara macan dari luar adalah tuntutan untuk memperoleh imbalan, berupa materi. Kedua jenis penulis itu juga termasuk penulis surat pembaca.<span id="more-133"></span></p>
<p>Sebagai penulis surat pembaca sejak 1973, saya berusaha menapaki jejak sebagai penulis jenis yang pertama. Karena saya berkeyakinan, menulis itu pahala terbesarnya tercurah pada diri saya ketika saya sedang menulis itu pula. <em>Reward is in the doing</em>. Ada pengembaraan yang mengasyikan ketika mampu meloncat dari ide satu ke ide lain, menabrakkannya, atau mensintesakannya, sehingga menjadi sebuah tulisan. Ada ekstasi, rasa mabuk yang nikmat seperti memperoleh anugerah dari Sang Maha Kuasa ketika tulisan itu selesai. Sedang bila kelak dapat dimuat, itu hanya bonus. Bila tak dimuat di koran, kini saya dapat memajangnya di blog. Bila tulisan itu dibaca atau ditanggapi oleh orang lain, itu juga hanya bonus semata.</p>
<p>Kalau saya menulis surat pembaca dengan tujuan untuk memperoleh penghargaan, baik itu materi, uang sampai tanggapan, pastilah saya sudah berhenti menulis sejak puluhan tahun yang lalu. Walau akhir-akhir ini saya menengarai adanya surat-surat pembaca yang patut diduga sebagai alat untuk melakukan pemerasan terhadap sesuatu perusahaan yang kiprah bisnisnya di daerah abu-abu.</p>
<p>Terakhir, ketika menjadi finalis Lomba Karya Tulis Teknologi dan Telekomunikasi Indonesia(LKT3I) III/1999 di Jakarta yang diselenggarakan oleh PT Indosat, saya memperoleh asupan hikmah dari mantan Hakim Agung, Bismar Siregar. Beliau bilang, bahwa “setetes tinta dari seorang penulis itu lebih mulia dibanding darah yang tertumpah dari seorang syuhada.&#8221; Ucapan itu berasal dari seorang ulama klasik, Ibnul Qayim Aljauziyah. Hemat saya, moga-moga ucapan ini dapat didengar para pengikut Noordin M Top yang berjihad dengan bom dan aksi kekerasan, juga oleh rekan-rekan penulis surat pembaca yang menulis dengan motivasi ingin memperoleh penghargaan.</p>
<p>Bambang Haryanto</p>
<p>Pendiri Komunitas Epistoholik Indonesia</p>
<p>Blog  Epistoholik Indonesia : <a href="http://mail1.plasa.com/Redirect/episto.blogspot.com/" target="_blank">http://episto.blogspot.com</a></p>
<p>Blog  Esai Epistoholica : <a href="http://mail1.plasa.com/Redirect/esaiei.blogspot.com/" target="_blank">http://esaiei.blogspot.com</a></p>
<p>Blog Album Komunikasi : <a href="http://mail1.plasa.com/Redirect/beha.blogspot.com/" target="_blank">http://beha.blogspot.com</a></p>
<p>Email : <a href="mailto:humorliner@yahoo.com" target="_blank">humorliner@yahoo.com</a></p>
<p>HP : +6281329306300</p>
<p>Jl. Kajen Timur 72 Wonogiri 57612</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=133&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/09/28/milis-ei-bila-penulis-surat-pembaca-dikejar-macan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.humorline.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/QjLc2goKClcAADlliV01.JPG/Erika-Michiko-050304-20-cm.JPG?et=N%2C0rUiClMv65vmcgoHgWRw&#38;nmid=1463375" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengunduh duit di Internet !</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/31/mengunduh-duit-di-internet/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/31/mengunduh-duit-di-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:48:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bambang Haryanto Email : wonogirinews (at) yahoo.co.id Mengunduh duit di Internet ! Sudahkah Anda membaca dan mempraktekkan informasi ini ? Informasi di atas saya baca dari majalah Intisari edisi Maret 2009. Membacanya di Perpustakaan Daerah Wonogiri. Disebutkan bahwa ada 4 cara untuk memperoleh uang di Internet. Berbisnis mata uang asing (forex), menjual kapling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=128&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh : <strong>Bambang Haryanto</strong><br />
Email : wonogirinews (at) yahoo.co.id</em></p>
<p><strong>Mengunduh duit di Internet !</strong></p>
<p>Sudahkah Anda membaca dan mempraktekkan informasi ini ?</p>
<p><img class="alignleft" src="http://2.bp.blogspot.com/_jX8t3KIP-1I/SRqHrKoBGPI/AAAAAAAAAu8/Cpinlyn1o_g/s320/duit_online.jpg" alt="" width="194" height="196" />Informasi di atas saya baca dari majalah Intisari edisi Maret 2009. Membacanya di Perpustakaan Daerah Wonogiri. Disebutkan bahwa ada 4 cara untuk memperoleh uang di Internet. Berbisnis mata uang asing (<em>forex</em>), menjual kapling banner di situs atau blog kita, bergabung sebagai tentara semutnya Google dengan aplikasi Adsense dan yang terakhir : <em>personal branding</em>.</p>
<p>Kiat satu dan dua, saya tak bisa cerita. Kiat ketiga, ber-AdSense-ria, membuat saya frustrasi. Beberapa tahun lalu ketika muncul obrolan dahsyat di Internet bahwa kalau punya blog dan tidak ber-AdSense-ria, sepertinya engga gaul, membuat diri saya panas. Mungkin karena eforia atau ganasnya iming-iming duit itu, duit hijau alias dollar, sepertinya membuat ramuan kimia di otak saya berubah. Tiba-tiba di kepala saya muncul monster yang tidak saya kenali, lebih jelek dari <em>Shrek</em>, meraung-raung, meretas semua kerangkeng, dan sepertinya haus darah.</p>
<p>Membuat darah saya mendidih. Dan badan saya panas karenanya.</p>
<p>Saking panasnya, saking bernafsunya, akhirnya membuat tindakan saya jadi grusa-grusu. Saat saya mendaftarkan salah satu blog saya, dan ketika diminta mengklik nama negara asal, saya melakukan kekeliruan fatal. Seharusnya yang saya klik “Indonesia,” tetapi yang kena klik “Irlandia.”<span id="more-128"></span></p>
<p>Sharon, Andrea dan Caroline yang merduwati dan jelita-jelita dari The Corrs, kelompok musik favorit saya asal Irlandia, pasti tertawa. Karena ada wong Wonogiri kok mengaku-aku sebagai orang Irlandia. Jelas, aplikasi AdSense saya ditolak.</p>
<p>Bagi saya kemudian, AdSense itu hanya bikin saya trauma. Saya tidak berminat lagi mengambil langkah <em>monetization</em>, monetisasi, penguangan blog saya dengan cara begituan. Paling tidak saat ini. Akhirnya saya putuskan untuk mengelola blog dengan merujuk ajaran dari Susan Gunelius. Artikel inspiratifnya berjudul,  <a href="http://weblogs.about.com/od/startingablog/tp/SuccessfulBlogRequirements.htm">Essential Requirements to Starting a Successful Blog How to Become a Top Blogger </a></p>
<p>Salah satu tipsnya adalah : Anda harus memiliki <em>passion</em>, gairah, rasa ngebet sampai ke ubun-ubun, terhadap sesuatu subjek tertentu. “Kalau Anda tidak memiliki rasa cinta terhadap topik blog Anda, hal itu akan nampak. Pembaca mampu mendeteksi bahwa blogger bersangkutan hanya sekadar lewat dengan <em>lenggang kangkung</em>, <em>anut grubyug</em>, <em>waton</em> mengalir, ketimbang berbicara dari lubuk hati terdalamnya.”</p>
<p><em>Passion</em> itu memang naik turun. Sebagai blogger yang mengambil ceruk, <em>nieche</em>, seputar surat pembaca, dengan terus saja mengayuh sepeda agar tidak jatuh, alias terus saja menulis dengan cinta, akhirnya kiat keempat, <em>personal branding</em> itu, juga bisa bersinar. Tidak hanya kali ini saja.</p>
<p>Dalam kiat ini kita mendonorkan apa yang kita punya, yang paling terdalam, paling berharga, dan sembari tidak mengharapkan imbalan segera, karena semua itu kita kerjakan dengan sepenuh cinta. Langit pun mencatatnya. Mesin pencari Google mampu sebagai penunjuk jalan agar Anda ditemukan oleh dunia. Sebagai kaum epistoholik di bulan Agustus ini, saya bisa mencatat kejadian istimewa yang bisa Anda klik dari informasi-informasi di bawah ini :</p>
<p>Bambang Haryanto: Membaca dan Menulis Seperti Donor Darah di : <a href="http://indonesiabuku.com/?p=1330">http://indonesiabuku.com/?p=1330 </a></p>
<p>Being Digital Sampai Surat Cinta Berabjad Rusia di : <a href="http://beha.blogspot.com/2009_08_01_archive.html#8086749577290002777">http://beha.blogspot.com/2009_08_01_archive.html#8086749577290002777 </a></p>
<p>5 Buku Favorit Presiden Epistoholik Indonesia : di : <a href="http://indonesiabuku.com/?p=1346">http://indonesiabuku.com/?p=1346</a></p>
<p>Kaum Epistoholik Punya 5 Blog Tongkrongan di : <a href="http://indonesiabuku.com/?p=1344">http://indonesiabuku.com/?p=1344</a></p>
<p>Virus Obama Menyebar di Puncak Brengos di : <a href="http://indonesiabuku.com/?p=1274">http://indonesiabuku.com/?p=1274</a></p>
<p>Surat dari Presiden Rakyat Epistoholik di : <a href="http://indonesiabuku.com/?p=1294">http://indonesiabuku.com/?p=1294</a></p>
<p><a href="http://s143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/?action=view&amp;current=bhpakis_440.jpg" target="_blank"><img src="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/bhpakis_440.jpg" border="0" alt="bambang haryanto" /></a></p>
<p>Itu anugerah bagi kiprah saya sebagai penulis surat pembaca ketika diminta untuk berwisata ke Pacitan. Termasuk bisa menengok Monumen Jenderal Sudirman. Chris Anderson dalam buku dahsyatnya, The Long Tail (2006), pernah bilang : apa pun topik spesialisasi Anda bila terpajang di Internet,  Anda akan ditemukan. Itulah yang terjadi.</p>
<p>Saya di Wonogiri, ditemukan, untuk berbicara di Pacitan. Bertemu dengan anak-anak desa Pakisbaru (foto) yang menulis surat dan dibukukan. Mendongengkan semboyan Obama, <em>Yes, We Can</em>, untuk meyakinkan bahwa impian mereka bisa kesampaian. Senang sekali bisa melihat kejaiban saat menemui anak-anak yang bermimpi, dan bercita-cita, dan sekaligus menuliskan semua gegayuhannya itu !</p>
<p>Keajaiban belum berhenti. Pulang dari Pacitan (14/8), tas geret “teroris” saya semakin berat diisi buku-buku. Karya Diana AV Sasa dan Muhidin M Dahlan (ed.), Para Penggila Buku : Seratus Catatan Di Balik Buku (2009), Diana AV Sasa (ed), Kepada Yth : Ibu Negara di Istana Merdeka : 151 Suara Hati dari Anak Puncak Brengos Pacitan (2009), Muhidin M Dahlan, Kabar Buruk Dari Langit (2005, Novel), Muhidin M Dahlan, Adam Hawa : Hawa Bukan Perempuan Pertama (2005, Novel) dan Muhidin M Dahlan, Jalan Sunyi Seorang Penulis (2005). Membaca buku yang terakhir ini, saya seperti melihat cermin, termasuk penderitaan, <em>sweet misery</em>,  sebagai seorang penulis <em>honoris causa</em>, penulis yang menguber honor !</p>
<p>Kedua penulis itulah, Diana dan Gus Muh dari Indonesia Buku (www.indonesiabuku.com), yang menghadiahi buku-buku itu. Termasuk hadiah wawasan selama di Pacitan, sebagai menjadi teman baru, tukang kompor (pagi hari di Pacitan dingin sekali, mandinya yang lajim pakai air direbus, tetapi saya mandi tanpa air hangat !), sekaligus teman ngobrol tentang dunia buku. Dilanjutkan di Wonogiri, saat Gus Muh dalam kembalinya ke Yogya, sempat mampir di rumah saya.</p>
<p>Mantra Chris Anderson bertaji lagi. Pulang dari Pacitan, kiprah saya lainnya sebagai blogger, akhirnya juga bisa ditemukan. Bahkan kali ini mampu mempertemukan saya dengan Mas FX Triyas Hadi Prihantoro, salah satu dedengkot EI dari Solo untuk bisa bareng-bareng berdonor pengetahuan untuk tampil di forum diskusi yang diselenggarakan oleh LSM Commitment, Solo, 19 Agustus 2009 yang lalu.</p>
<p>Anda, kalau ada minat dan waktu,  bisa melongoki apa yang saya bicarakan di forum itu di : <a href="http://epistoholica.blogspot.com/2009/08/sumbu-pendek-ekor-panjang-dan-benturan.html">http://epistoholica.blogspot.com/2009/08/sumbu-pendek-ekor-panjang-dan-benturan.html</a></p>
<p>Sayang, saya tak kebagian kaos dari LSM Commitment itu. Kata Jokowu, belum jadi. Padahal kalau dapat, kan bisa saya ceritakan kaosnya itu kepada dunia melalui blog <a href="http://kisahkaos.blogspot.com">Every Kaos Tells a Story</a> . Saya pikir, moga saya salah, berapa banyak dari yang memperoleh kaos itu saat berdemo di Gladag mampu dan mau menuliskannya di blog, untuk dilihat seisi dunia ? Berapa banyak yang ikut berdiskusi itu, ketika pulang mau dan mammu mengulas dan mempublikasikannya di blog mereka ?</p>
<p>Mungkin berlebihan, tapi para blogger Solo sepertinya kurang <em>cengkiling</em>, kurang <em>grathil</em>,  kurang ringan tangan. Mereka tak mudah tergerak untuk menge-blog-kan segala sesuatu peristiwa yang mereka ikuti. Mungkin pada mereka belum ada kesadaran, bahwa dengan menulis, dengan mem-blog, mereka mengasah intelektual diri mereka sendiri. Kalau pengin tahu lebih lanjut kesaktian hal ini, bacalah bab mengasah gergaji dari buku 7 Habits-nya Covey. Saya rada trenyuh, sebuah portal blog di Solo diam-diam mundur. Dari Web 2.0. untuk kembali ke Web 1.0. karena para bloggernya kehabisan bensin dan berhenti.</p>
<p>Majalah Intisari edisi Maret 2009 memajang artikel berjudul “Mengunduh duit di Internet !“ Sudahkah Anda membaca dan mempraktekkan informasi ini ? Saya membacanya, dan mempraktekkan kiat keempatnya : <em>personal branding</em>. Kalau Anda ingin mengetahui macam apa sejatinya brand diri Anda, silakan buka-buka bukunya David McNally dan Karl D. Speak, Be Your Own Brand : Resep Jitu Meraih Personal Brand Yang Unggul (Gramedia, 2004).</p>
<p>Kalau Anda sudah tahu <em>brand</em> Anda, jadikan tulisan-tulisan di blog Anda sebagai cerminan diri Anda.  Merujuk “ilmu silat” dalam dunia komedi, di bawah payung <em>brand</em> unik Anda itu menulislah apa-apa saja yang membuat Anda cemas, apa saja yang membuat Anda takut dan apa saja yang membuat Anda marah.</p>
<p>Pak Khoe Seng Seng dan Prita Mulyasari menulis surat yang dilandasi oleh rasa marah. Sejarah pun mencatat betapa dahsyat dampak dari surat-surat yang telah mereka gurat itu !</p>
<p>Salam episto ergo sum !</p>
<p>Salam dari Wonogiri.</p>
<p>Bambang Haryanto</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=128&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/31/mengunduh-duit-di-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_jX8t3KIP-1I/SRqHrKoBGPI/AAAAAAAAAu8/Cpinlyn1o_g/s320/duit_online.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/bhpakis_440.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bambang haryanto</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Profil Wong Wonogiri DI www.annida-online.com</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/28/profil-wong-wonogiri-di-www-annida-online-com/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/28/profil-wong-wonogiri-di-www-annida-online-com/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 02:24:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[secara tidak sengaja saya berhasil menemukan kembali profil dedengkot BloWn di situs annida Online.  berikut copi pastenya. Arti Kemerdekaan Bagi Kaum Epistoholik Annida-Online-Pada tanggal 11 Agustus 2009 lalu, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) memberikan penghargaan Tasrif Award 2009 kepada Khoe Seng Seng sebagai tokoh yang gigih menyuarakan hak-hak konsumen dan tokoh yang gigih memperjuangkan kebebsan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=125&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>secara tidak sengaja saya berhasil menemukan kembali profil dedengkot BloWn di situs <a href="http://annida-online.com/berita.php?id=269">annida Online</a>.  berikut copi pastenya.</p>
<p><strong>Arti Kemerdekaan Bagi Kaum Epistoholik</strong></p>
<p align="justify"><strong><img class="alignleft" src="http://annida-online.com/gambar_berita/resize/Epistoholik.jpg" alt="" width="261" height="186" />Annida-Online-</strong>Pada tanggal 11 Agustus 2009 lalu, Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) memberikan penghargaan Tasrif Award 2009 kepada Khoe Seng Seng sebagai tokoh yang gigih menyuarakan hak-hak konsumen dan tokoh yang gigih memperjuangkan kebebsan berpendapat melalui surat pembaca di surat kabar. Perjuangan dan kegigihan Khoe Seng Seng alias Aseng ini bukan tanpa hambatan.</p>
<p align="justify">Di tahun 2006 silam, Aseng pernah menulis surat pembaca di harian Kompas bertanggalkan 26 September 2006 dengan judul &#8220;Duta Pertiwi Bohong&#8221;, karena tak ada respon dari berbagai pihak, beberapa bulan kemudian, tepatnya pada tanggal 21 November 2006, ia menulis surat pembaca yang isinya sama di harian <em>Suara Pembaruan </em>dengan judul &#8220;Jeritan Pemilik Kios ITC Mangga Dua&#8221;. Dalam dua suratnya itu, Aseng mengemukakan bahwa dirinya merasa ditipu oleh PT Duta Pertiwi, selaku pengembang ITC Mangga Dua Jakarta, yang tidak pernah memberitahu status kepemilikannya sebagai Hak Guna Bangunan di atas Hak Pengelolaan Lahan, bukan Hak Guna Bangunan Murni.<span id="more-125"></span></p>
<p align="justify">Bukannya mendapat penjelasan atau keadilan yang diharapkannya, Aseng malah dihukum pidana selama 6 bulan percobaan karena PT Duta Pertiwi menggugatnya secara perdata dan pidana atas dugaan pencemaran nama baik. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur memang mengharuskan Aseng membayar ganti rugi satu milliar sebagaimana gugatan yang diajukan PT Duta Pertiwi. Walaupun putusan tersebut dibatalkan Pengadilan Tinggi DK Jakarta, namun Aseng masih harus menghadapi proses hukum karena kasusnya beum selesai dan saat ini masih ditangani oleh Mahkamah Agung.</p>
<p align="justify">&#8220;Kasus-kasus serupa masih banyak lagi sebenarnya. Inilah yang menunjukkan betapa kita, yang katanya hari ini merayakan Dirgahayu Kemerdekaan RI yang ke-64 tahun, ternyata belum benar-benar merdeka secara maknawi. Karena untuk mempertanyakan apalagi menuntut hak-hak kita yang paling asasi saja kita nggak bisa di negeri ini. Ini aneh, bukan?&#8221; jelas Bambang Haryanto, pendiri Komunitas Epistoholik Indonesia pada <em>Annida-Online </em>di Jakarta, Senin (17/8) lalu.</p>
<p align="justify">Epistoholik adalah sebutan bagi orang-orang yang kerap menyuarakan berbagai hal, kritik, aduan, bahkan komentar, di media massa (surat kabar, majalah, dan lain sebagainya). Sebutan itu mula-mula diberikan oleh majalah <em>Time</em> pada 6 April 1992 kepada Anthony Parakal, seorang pensiunan perusahaan kereta api dari Mumbai India yang telah menulis berbagai aduan, ketidakpuasan, hingga kritik maupun pujian bagi seseorang/pihak-pihak tertentu di surat kabar sejak tahun 1955.</p>
<p align="justify">Bambang sendiri mengaku, gagasan mendirikan komunitas Epistoholik Indonesia telah diupayakannya sejak tahun 1992, namun gagal, sehingga baru bisa diresmikan pada 27 Januari 2005 silam. Alasannya perlu untuk mendirikan komunitas ini adalah karena budaya demokrasi di Indonesia belum sepenuhnya berjalan dengan baik.</p>
<p align="justify">&#8220;Saya ingin komunitas ini menjadi salah satu pilar demokrasi yang mencerdaskan dan mendidik. Istilahnya kalau kita ingin usul ataupun memberikan kritik, harus punya data yang kuat, juga analistis yang akurat. Artinya, komunitas Epistoholik Indonesia yang saya dirikan ini juga ingin mempromosikan pentingnya keterampilan menulis yang melahirkan gagasan dalam bahasa, terutama bagi generasi muda Indonesia,&#8221; papar pria kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah ini.</p>
<p align="justify">Sayangnya, Bambang juga menjelaskan bahwa budaya epistoholik di media massa belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia, khususnya oleh generasi muda Indonesia. Bambang menjelaskan ada banyak hal yang menyebabkan hal ini. Pertama, sistem pendidikan di negeri ini tidak mengoptimalkan budaya literasi yang termasuk di dalamnya adalah budaya menulis.</p>
<p align="justify">&#8220;Padahal, sebuah penelitian di AS menyatakan, anak-anak itu punya kemampuan yang sama dalam menerima informasi tetapi nggak banyak yang mampu belajar memanfaatkannya secara efektif dalam berpikir dan bernalar. Jadi menurut saya, kalau seseorang terampil dalam menulis dan semakin banyak mereka menulis, akan semakin mengasah mereka menjadi intelektual yang pemikir. Dan pendidikan kita gagal membudayakan hal tersebut,&#8221; terang Bambang berapi-api.</p>
<p align="justify">Alasan selanjutnya mengapa budaya epistoholik tak terlalu nge-tren di Indonesia adalah keberpihakan pemerintah yang kurang berpihak pada masyarakat. Ada banyak kasus seperti Aseng di negeri ini yang justru menjadi bumerang sendiri bagi masyarakat. Masyarakat merasa takut duluan bila ia mengeluhkan sesuatu justru akan dihukum, diduga mencemarkan nama baik pihak yang dibicarakan, dan lain sebagainya. Pada akhirnya, Bambang menilai kebebasan berpendapat yang telah diatur dalam UUD 1945 pasal 28 memang tak pernah mudah terjadi di Indonesia, tidak di era Orde Baru, atau pada saat ini.</p>
<p align="justify">&#8220;Istilahnya <em>blaming the victims.</em> Di mana seseorang yang menjadi korban justru dikorbankan, dipersalahkan. Kalau sudah begini, saya dapat katakan bahwa budaya epistoholik di Indonesia yang masih sangat lemah ini mencerminkan bahwa sesungguhnya kita memang belum merdeka! Menuntut hak pribadi lewat cara-cara yang sah dengan menulis saja kita takut, apalagi kalau bukan terjajah namanya?&#8221; pungkas Bambang. [<strong>nyimas</strong>]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=125&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/28/profil-wong-wonogiri-di-www-annida-online-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://annida-online.com/gambar_berita/resize/Epistoholik.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Profil Wong Wonogiri DI www.indonesiabuku.com</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/25/profil-wong-wonogiri-di-www-indonesiabuku-com/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/25/profil-wong-wonogiri-di-www-indonesiabuku-com/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:16:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[profil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[sebuah kebanggan dan apreasi luar bisa diberikan pada salah satu Pencetus Blown. Pak BH (Bambang Haryanto) di profilkan oleh indonesia buku. BErikut alamatnya http://indonesiabuku.com/?p=1330 dan inilah Cuplikannya. Bambang Haryanto: Membaca dan Menulis Seperti Donor Darah “Episto ergo sum, Aku menulis (surat pembaca) karena aku ada” Slogan ini kupilih untuk meneguhkan jati diri sebagai penulis surat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=120&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebuah kebanggan dan apreasi luar bisa diberikan pada salah satu Pencetus Blown. Pak BH (Bambang Haryanto) di profilkan oleh indonesia buku. BErikut alamatnya <a href="http://indonesiabuku.com/?p=1330">http://indonesiabuku.com/?p=1330</a></p>
<p>dan inilah Cuplikannya.</p>
<h2>Bambang Haryanto: Membaca dan Menulis Seperti Donor Darah</h2>
<p><img class="alignleft" src="http://indonesiabuku.com/wp-content/uploads/2009/08/BEHA2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />“<em>Episto ergo sum, Aku menulis (surat pembaca) karena aku ada</em>”</p>
<p style="text-align:left;">Slogan ini kupilih untuk meneguhkan jati diri sebagai penulis surat pembaca. Ya, aku senang sekali menulis surat pembaca. Bukan hanya senang, aku sudah ‘gila’. Aku mabuk candu surat pembaca. Sehari aku bisa menulis 3-8 surat ke semua media cetak maupun on line.</p>
<p style="text-align:left;">Kecanduanku menulis surat pembaca sudah kumulai sejak aku usia 20 tahun. Saat itu sekira tahun 1973. Aku melihat sederet pohon palem muda tak terurus, kering dan meranggas di alun-alun utara Solo. Lalu aku tulis surat pembaca ke harian Suara Merdeka. Ternyata dimuat. Dan tak lama kemudian aku melihat tanaman itu nampak disirami dan terawat. Momentum ini yang menuntunku menjadi seorang pecandu surat pembaca, epistoholik orang menyebutnya.<span id="more-120"></span></p>
<p style="text-align:left;">Menulis surat pembaca memiliki sensasi tersendiri. Ia unik:pendek, menggigit, dan pesannya harus segera sampai. Selain topiknya yang harus selalu mutakhir, ia juga bisa segera ‘diledakkan’. Hasil atau dampaknya juga bisa segera diketahui. Lihat saja, semua perusahaan yang menganggap <em>brand </em>atau merek dagang sebagai sesuatu yang mesti dijaga, pasti menganggap surat pembaca sebagai sesuatu yang layak diwaspadai. Sekali nama mereka tercoret, ribuan orang mengetahuinya. Demikian juga dengan pemerintahan. Surat pembaca menjadi semacam kontrol dari warga untuk setiap kebijakan yang ada. Melalui surat pembaca, mereka tahu kekurangan dari kebijakannya dan segera melakukan perbaikan.</p>
<p style="text-align:left;">Surat pembaca sendiri sebenarnya merupakan bagian dari demokrasi. Bagiku, menulis surat pembaca sebenarnya adalah upaya untuk ikut meriuhkan demokrasi. Surat pembaca sudah seperti jurnalisme warga. Akifitas jurnalisme warga adalah penyampaian berita atau informasi melalui surat Pembaca.</p>
<p style="text-align:left;">Menyampaikan berita, gagasan, atau protes melalui surat pembaca, bagiku adalah cara berdemokrasi yang elegan, melalui tulisan. Adu otak, bukan adu otot. Menulis surat pembaca bagiku, seperti tetesan air di permukaan batu.  Kalau terus saja menetes, permukaan batu itu kelak akan menjadi berlubang, tak terasa. Dengan frekuensi pemuatan yang bisa lebih sering dibanding pemuatan opini, aksi berderma ilmu yang dilakukan dengan cinta itu akan membuahkan sesuatu umpan balik yang tak terkirakan di masa depan. Aku tak akan berhenti menulis surat pembaca. Lagi dan lagi.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Surat pembaca dan internet</strong></p>
<p style="text-align:left;">Kolom surat pembaca di media cetak tentu terbatas untuk menampung semua surat yang masuk. Kehadiran internet memberi tawaran lain untuk mendorong aktivitas jurnalisme warga. Blog dan email adalah alternatif untuk menyuarakan gagasan lebih luas dan lebih sering. Karena itu aku kemudian mendirikan JEI (Jaringan Epistoholik Indonesia) dan memulai komunitas on line.</p>
<p style="text-align:left;">JEI bukan sebuah organisasi, ini hanya sebuah wahana bersosialisasi, bertukar gagasan, berasaskan saling asah, asih dan asuh. Semangatnya egaliter. Menulis surat pembaca yang ditulis rakyat biasa dengan bahasa sederhana tanpa banyak hiasan kata hampa.</p>
<p style="text-align:left;">Sebagai pendiri komunitas penulis surat pembaca, Epistoholik Indonesia, aku ingin setiap orang itu menjadi penulis surat pembaca yang merangkap sebagai blogger juga.  Fenomena ini ideal dan bagus bagi demokrasi.</p>
<p style="text-align:left;">“Dengan mata yang cukup, kutu pun bisa ditemukan dengan mudah.” Demikian bunyi Hukum Linus, yang diambil dari nama Linus Torvald, penemu piranti lunak open source Linux yang fenomenal. Ia sengaja membuka kode peranti lunaknya itu kepada masyarakat luas sehingga dapat  segera ditemukan kutu-kutunya, yaitu cacat, kekurangan, dan kemudian upaya ramai-ramai memperbaikinya.</p>
<p style="text-align:left;">Bila semua warga menjadi pelaku jurnalisme warga, mekanisme check and balances dalam kehidupan bernegara, menjadi berjalan. Asal anomali parah seperti kasus yang menimpa Prita Mulyasari dan Khoe Seng Seng dkk. itu tidak terjadi lagi, di mana mereka yang menemukan “kutu-kutu” ketidakadilan dan kecurangan justru terancam ditendang masuk penjara.</p>
<p style="text-align:left;">Aku sendiri memelihara  15 blog dengan isi yang beragam. Mulai dari kumpulan surat pembaca, puisi anak-anak, sampai kenangan akan kekaguman pada sosok gadis di semasa mudaku. Pada tahun 2004 dengan peranku sebagai pendiri komunitas Jaringan Epistoholik Indonesia (JEI) yang mengusung resolusi untuk membangun lebih dari seratus blog epistoholik telah memenangi <span style="text-decoration:underline;">Mandom Resolution Award 2004</span> (PT Mandom Indonesia Tbk, Jakarta).</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Menulis itu berderma pengetahuan</strong></p>
<p style="text-align:left;">Awalnya aku tak menulis surat pembaca. Saat SMP aku menulis puisi dan cerpen. Ketika puisiku dipajang oleh guru di papan majalah dinding, itu momen yang menggetarkan sekali bagiku. Ada sensasi yang kunikmati ketika tulisanku dibaca orang lain. Sejak itu aku mulai berani mempublikasikan tulisanku.</p>
<p style="text-align:left;">Tulisan pertamaku yang dimuat di media kubuat sekira tahun 1968. Aku mengirimkan lelucon ke majalah Kartika Chandrakirana, majalahnya ibuku sebagai istri TNI-AD. Lelucon itu dimuat, dapat honor. Rp. 200,00.</p>
<p style="text-align:left;">Aku memang suka sekali menulis. Aku juga suka sepakbola, maka saat itu aku sering menulis reportase pertandingan sepakbola. Sesudah menguping radio tetangga saat siaran pertandingan sepakbola, aku tergerak untuk menuliskannya.</p>
<p style="text-align:left;">Waktu SMP dan STM Negeri 2 Yogyakarta,aku menulis lelucon untuk majalah <em>Aktuil</em> dan <em>Varia Nada</em>. Waktu kuliah di IKIP Surakarta (saat itu)/UNS Sebelas Maret, pernah menulis artikel sosial di majalahnya ITB, <em>Scientiae</em>. Pernah juga aku menjadi wartawan lepas, menulis tentang  musik dan teater di Solo. Juga mengirim berita budaya ke Kompas sampai menulis cerpen ke Sinar Harapan dan majalah Gadis.  Hingga sekarang, tulisanku masih sering muncul di kolom Teroka Kompas, Tabloid Bola, dan juga Solo Pos. Dan tentu saja beberapa kolom surat pembaca di Jawa Tengah.</p>
<p style="text-align:left;">Buah dari kebiasaan menulis itu pernah termonumenkan dalam buku <span style="text-decoration:underline;">Ledakan Tawa Dari Dunia Satwa</span> (Andi, 1987), <span style="text-decoration:underline;">Bom Tawa Antar Bangsa</span> (USA, 1987) dan <span style="text-decoration:underline;">Hari-Hari Sepakbola Indonesia Mati : Kesaksian Seorang Suporter Pasoepati</span> (2004, belum diterbitkan).</p>
<p style="text-align:left;">Menulis bagiku bukan sekedar bergaya pamer pengetahuan atau menyehatkan pikiran. Menurutku, dengan menulis, kita berderma pengetahuan. Akumulasi pengetahuan yang ada pada diri kita bertambah awet dan bertambah banyak ketika kita membagikannya<strong>. </strong></p>
<p style="text-align:left;">Aku ingat wejangan mantan Hakim Agung Bismar Siregar ketika menjadi finalis Lomba Karya Tulis Teknologi Telekomunikasi dan Informasi (LKT3I)-nya Indosat di Jakarta, Tahun 1999. Beliau bilang, mengutip Al Quran, bahwa setetes tinta dari penulis itu lebih mulia dibanding darah yang tercurah dari para syuhada<strong>. </strong>Sayang, sampai saat ini aku belum memperoleh rujukan dari ayat mana dari Al Quran yang meneguhkan pernyataan menggetarkan dari beliau itu.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Membaca dan menulis seperti donor darah</strong></p>
<p style="text-align:left;">Kebiasaanku menulis barangkali terdorong dari kegemaranku melahap bacaan. Saat aku bersekolah di SD Negeri Wonogiri 3, klas 4-5, tahun 1963-1964, aku sudah mulai membaca. Aku membaca komik cerita Baratayudha, Siti (Wonder Woman) Gahara, dan Serial Nogososro-Sabuk Inten. Komik-komik itu memiliki kenangan kuat antara aku dan ayahku mengenai buku. Ayah bertugas di Yogya. setiap Sabtu pulang ke Wonogiri. Kalau ada buku yang ingin kubaca, aku tulis di carik kertas data bukunya, lalu diam-diam kumasukkan ke kantong bajunya. Minggu depan, aku berharap memperoleh bacaan baru ketika  ayah pulang. Aku mengikat cinta dan hormat terhadap ayah melalui buku.</p>
<p style="text-align:left;">Tapi sebenarnya yang mengenalkan aku pada bacaan justru nenek dan pamanku. Di rumah nenek di Kedunggudel, Sukoharjo ada tumpukan buku dan majalah Sosiawan (Depsos) dan Penyebar Semangat milik Pakde (paman) yang seorang guru. Bacaan itu yang membuat kunjungan ke rumah nenek sebagai kegiatan favorit.  Kemampuan membacaku juga berawal dari rumah nenek. Sebelum SD, di rumah nenek, ada Pak Lurah mengajakku untuk melihat papan peraga yang digunakan para tuna aksara, warga buta huruf, untuk belajar membaca. Maka aku pun mulai belajar membaca dari peristiwa itu.</p>
<p style="text-align:left;">Membaca bagiku adalah membuka diri untuk memperoleh virus-virus wawasan baru. Untuk terus-menerus mendidik diri sendiri. Aku ingat nasehat John Howkins dalam bukunya The Creative Economy  : How People Make Money From Ideas (2001), ”Leave school early, if you want, but never stop learning,” tegasnya.</p>
<p style="text-align:left;">Menulis dan membaca lekat sekali kaitannya bagiku. Menulis dan membaca itu seperti aktivitas metabolisme dalam tubuh. Dengan menulis, aku seperti melakukan aksi donor darah. Darahku disedot secukupnya melalui menulis, syukur-syukur kalau bisa secara teratur. Kemudian saat aku membaca, seolah aku memperoleh darah-darah yang baru untuk mengalir di tubuh ini. Karena itu membaca dan menulis membuatku senantiasa bugar. Selain jalan pagi dan menjauhi tembakau tentu saja. (Seperti diceritakan Bambang Haryanto pada Redaktur Indonesia Buku, Diana AV Sasa)</p>
<p align="left"><em>* Tulisan dibuat sebagai hadiah ulang tahun ke 56 Pak Bambang Haryanto dan ucapan terimakasih atas kesediaannya memberi motivasi pada anak-anak Pakisbaru saat peluncuran buku dan peresmian Gelaran Buku Pakis, beberapa waktu silam.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=120&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/08/25/profil-wong-wonogiri-di-www-indonesiabuku-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://indonesiabuku.com/wp-content/uploads/2009/08/BEHA2-150x150.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Refisi Biaya Pendaftaran Gathering Wonogiri `09</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/07/16/refisi-biaya-pendaftaran-gathering-wonogiri-09/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/07/16/refisi-biaya-pendaftaran-gathering-wonogiri-09/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 07:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan banyak kritik saran dan keberatan soal biaya pendaftaran dari para calon peserta , maka Panitia Gathering Wonogiri `09 menetapkan biaya pendaftaran yg baru, yaitu : - Rp 100.000,- menjadi Rp 80.000,- - Tanpa T-shirt Rp 50.000,- menjadi Rp 35.000,- dengan adanya penurunan biaya pendaftaran maka untuk Souvenir berupa Mug ditiadakan. Hal ini Panitia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=117&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehubungan dengan banyak kritik saran dan keberatan soal biaya pendaftaran dari para calon peserta , maka Panitia Gathering Wonogiri `09 menetapkan biaya pendaftaran yg baru, yaitu :</p>
<p>- Rp 100.000,- menjadi Rp 80.000,-<br />
- Tanpa T-shirt Rp 50.000,- menjadi Rp 35.000,-</p>
<p>dengan adanya penurunan biaya pendaftaran maka untuk Souvenir berupa Mug ditiadakan.</p>
<p>Hal ini Panitia lakukan demi terciptanya keikutsertaan dari semua pihak.</p>
<p>Atas perhatiannya Panitia mengucapkan Terima Kasih</p>
<p><a href="http://www.wcc.web.id/">Panitia Gathering Wonogiri `09</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=117&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/07/16/refisi-biaya-pendaftaran-gathering-wonogiri-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beethoven, Internet, Bupati Wonogiri 2010</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/07/13/beethoven-internet-bupati-wonogiri-2010/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/07/13/beethoven-internet-bupati-wonogiri-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 06:37:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[bambang purnomo]]></category>
		<category><![CDATA[begug purnomosidi]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[bupati wonogiri 2010]]></category>
		<category><![CDATA[campursari]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[komari]]></category>
		<category><![CDATA[mufid martohadmojo]]></category>
		<category><![CDATA[rebecca mackinnon]]></category>
		<category><![CDATA[telkom wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bambang Haryanto Email : wonogirinews (at) yahoo.co.id Ikon dua singa. Radio Voice of America mengudara jam 5 pagi di Wonogiri. Saat itu ritus jalan kaki pagi saya dari Kajen baru mencapai perempatan ponten. Saya menyebut perjalanan pagi itu dengan rute utara. Salah satu bagian dari jalan raya Kota Gaplek ini dulu merupakan pertigaan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=113&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Bambang Haryanto<br />
Email : wonogirinews (at) yahoo.co.id</p>
<p><a href="http://4.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/Slge4Oe5_jI/AAAAAAAAANA/yN-ahGO3foY/s1600-h/wng_ilike200.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:132px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://4.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/Slge4Oe5_jI/AAAAAAAAANA/yN-ahGO3foY/s320/wng_ilike200.JPG" border="0" alt="" /></a><strong>Ikon dua singa.</strong> Radio Voice of America mengudara jam 5 pagi di Wonogiri. Saat itu ritus jalan kaki pagi saya dari Kajen baru mencapai perempatan ponten. Saya menyebut perjalanan pagi itu dengan rute utara.</p>
<p>Salah satu bagian dari jalan raya Kota Gaplek ini dulu merupakan pertigaan. Di tengah terdapat kolam berbentuk bundar dengan air mancur, <em>fountain</em>, ditengahnya. Untuk lidah Jawa, lokasi itu kemudian disebut sebagai ponten. Sampai saat ini. Walau bangunan kolam dan air mancur itu kini sudah lama tiada lagi di sana.</p>
<p>Di bagian barat jalan, agak ke selatan, terdapat toko tukang gigi. Di tempat ini terdapat ikon yang bagi saya amat melekat bagi warga Wonogiri : dua patung singa. Di belakang toko ini terdapat kampung Jagalan, di mana waktu saya kecil pernah tinggal di sana.<span id="more-113"></span></p>
<p>Rumah kontrak orangtua saya, Kastanto Hendrowiharso, kini menjadi Hotel Cendrawasih. Persis di depan rumah mBah Sari, <em>jagal</em> dan pebisnis daging sapi terkenal. Dua patung singa itu saya kenal, kiranya sejak saat itu, tahun 1959. Jadi sudah setengah abad lebih keduanya setia berjaga di sana.</p>
<p>Dari patung singa arah ke utara, terdapat rumah tempat tinggal juragan bis, Pak Kamto. Walau tidak kenal akrab, saya mengenal putri dan putranya. Antara lain Mas Tantyo, Endang (Kempong), Bambang dan Eddy (Gembrot).</p>
<p>Nama terakhir ini sempat saya potret secara mencuri-curi saat kita sama-sama menghadiri pemakaman ulama terkenal KH  Abdullah Sadjad, di pemakaman Kajen, 16 Desember 2008. Di bulan akhir Juni 2009, Eddy yang sama-sama bersekolah (adik kelas) di SD Wonogiri 3 dan SMP Negeri 1 Wonogiri itu, telah dipanggil Yang Maha Pencipta di Serang. Dimakamkan di Solo.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/Slgfgqb1UmI/AAAAAAAAANI/TVB2xPL3lI0/s1600-h/wng_mufid%26me200.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:164px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/Slgfgqb1UmI/AAAAAAAAANI/TVB2xPL3lI0/s320/wng_mufid%26me200.JPG" border="0" alt="" /></a><strong>Candu Wonogiri.</strong> Saya meliwati jalan di sebelah utara rumah almarhum Eddy yang kini disewa untuk toko kacamata Pranoto Optik.  Ke arah barat, naik, menyeberangi rel, lalu mendaki kampung Gerdu. Jalan terjal menanjak sepanjang 100-an meter itu membuat terengah. Tetapi selepasnya, badan ini menjadi agak berkeringat. Kemudian disusul hembusan lembut udara pagi Wonogiri yang ramah membelai sekujur badan. Kesegaran semacam ini memang candu.</p>
<p>Sayang, candu semacam ini tak punya banyak pengikutnya yang fanatik di Wonogiri. Di antara yang sedikit sebagai <em>the morning walker</em> itu adalah Pak Mufid Martohadmojo, mantan guru bahasa Inggris saya di SMP Negeri 1 Wonogiri. Beliau dan kawan-kawan sebaya saya temui bila dalam perjalanan rute selatan.  Pak Mufid masih sehat dan bugar, tetapi tidak mau mengatakan ketika saya tanya usianya. Kini kami memang rada sering bertemu di Perpustakaan Wonogiri.</p>
<p>Dulu saya juga sering berpapasan dengan rombongan para <em>lady</em>, terdiri ibu, kenalan dan putrinya, yang juga berolahraga jalan kaki pagi. Tempat awal berangkat mereka adalah toko keramik dan bahan bangunan Metropolitan, di ujung jalan arah dari Gununggiri. Selain kadang bertukar senyum, juga berucap selamat pagi, ketika kita berpapasan. Kini <em>encounter</em> semacam itu sangat jarang terjadi.</p>
<p><strong>Pedang keadilan.</strong> Rute saya akhirnya sampai ke jalan raya di kawasan Wonokarto.  Saya belok ke kiri ketika sampai  di perempatan pos polisi.Kalau terus ke utara, arah menuju Solo, saya akan melewati di Gedung Pengadilan Negeri Wonogiri.</p>
<p>Di gedung tersebut akhir-akhir ini mencuat kasus persidangan mirip yang terjadi dengan Prita Mulyasari vs RS Omni di Tangerang dan Khoe Seng Seng dkk di Jakarta. Nama terakhir ini, sekitar setahun ini, menggalang kontak SMS dan email dengan saya terkait kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan raksasa properti Jakarta terhadapnya. Tanggal 5/7/2009, Khoe Seng Seng sempat tampil di acara Democrazy, di MetroTV.</p>
<p>Kasus di Wonogiri itu adalah tentang 6 warga yang dipidanakan oleh bidan desa Wahyu Kristiani. Keenam terdakwa itu penduduk Dusun Parangjoho, Desa/Kecamatan Eromoko, yakni Komari, Sukijo, Mardi, Sukardi, Sugeng Riyanto dan Supadi. Keenamnya disidang karena membuat laporan bersama, berisi keluhan yang dikirimkan ke Kepala Puskesmas Kecamatan Eromoko dengan tujuan agar pelayanan kesehatan makin baik.</p>
<p>Warga mengeluh, karena bidan  Wahyu  tidak senantiasa siap di Poliklinik Desa  Eromoko, membuat warga kesulitan saat membutuhkan jasa pelayanannya, terutama ibu hamil tua yang akan melahirkan. Bidan itu juga dilaporkan sebagai ingkar janji dalam mengurus akta kelahiran enam anak. Dia juga diduga tidak menyalurkan bantuan stimulan untuk posyandu.</p>
<p>Menurut laporan wartawan Bambang Purnomo Untung Sabdodadi (“beliau teman saya satu kelas  II-A di SMP Negeri 1 Wonogiri”) dari Suara Merdeka (30/6/2009),  para terdakwa membuat surat secara kolektif itu sampai dua kali.</p>
<p>Surat kedua itu dibuat atas saran pimpinan Puskesmas Eromoko, dokter  Supriyadi, dengan dukungan warga dari 10 RT di empat dusun, yakni Parangjoho, Bon Agung, Geritan, dan Gedong. Keenam warga yang kritis itu justru dituntut hukuman masing-masing enam bulan penjara dengan masa percobaan selama 12 bulan.</p>
<p>Kisah belum berakhir. Pada pembelaan (6/7/2009), mereka ingin dibebaskan. Semoga  pedang hukum yang memihak akal sehat, demi menopang sendi-sendi kehidupan berdemokrasi dan rasa keadilan bagi rakyat, sebagaimana yang dialami oleh Prita Mulyasari, nantinya juga bisa berhembus di Wonogiri. Bebaskan Komari dan teman-teman !</p>
<p><a href="http://s143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/?action=view&amp;current=wng_spice400.jpg" target="_blank"><img src="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/wng_spice400.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a></p>
<p><a href="http://s143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/?action=view&amp;current=wng_doorprice400.jpg" target="_blank"><img src="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/wng_doorprice400.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a></p>
<p><strong>Viva forever !</strong> Angan-angan tentang bebasnya Pak Komari dkk. membuat saya menengadah ke awan biru. Di sana, sebelum belok kiri menyusuri Jl. Tentara Pelajar, pandangan saya terantuk kepada papan iklan raksasa yang kosong di dekat pos polisi kota itu.</p>
<p>Papan tersebut sebelumnya diisi informasi dan promosi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Baliho itu mereka eksekusi seperti sajian brosur. Orang perlu berhenti berlama-lama untuk membacanya. Padahal, menurut ilmu komunikasi pemasaran, isi baliho  dirancang agar mampu memiliki daya pikat magis dalam dua-tiga detik bagi warga yang melintas jalan raya itu. <em>At highway speeds, you only have about two seconds to deliver your message and make it stick.</em></p>
<p>Daya pikat magis itu memang menyergap saya pagi itu. Saya nikmati. Sambil senyum-senyum. Agak kecut. Karena di halaman kosong dari baliho tersebut tertulis kalimat : “<em>Spice</em> Iklan Disewakan.”  Pada kesempatan lain, pada spanduk yang memromosikan acara jalan santai memeringati HUT Wonogiri ke-268, saya baca kalimat berikut : “Rebut Grand Prize Utama 1 Unit Sepeda Motor. Door <em>Price</em> : Kulkas, VCD, TV 14, Dll.”</p>
<p>Kata di baliho itu mengingatkan saya akan kelompok penyanyi cewek asal Inggris, Spice Girls. Salah satu personilnya, Posh Spice, adalah istri David Beckham. Yang lainnya, Emma “Baby Spice” Bunton, memiliki senyum memesona mirip Miduk, salah wanita terindah saya. Kelompok ini saya kenal ketika bergabung Luciano Pavarotti dalam konser penggalangan dana untuk anak-anak korban perang di Liberia,1999.</p>
<p>Penampilannya bersama Pavarotti dalam lagu “Viva Forever” menyertai keheningan yang menawan.  Saat itu saya tenggelam di sofa empuk ketika menjelajahi isi buku inspiratifnya John Howkins, The Creative Economy : How People Make Money From Ideas (2001). Lokasinya : toko buku QB, Jalan Sunda Jakarta, 29 Juli tujuh tahun lalu.</p>
<p><a href="http://s143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/?action=view&amp;current=wng_beethoven400.jpg" target="_blank"><img src="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/wng_beethoven400.jpg" border="0" alt="Photobucket" /></a></p>
<p><strong>Simfoni nomor sembilan.</strong> Penggunaan kata bahasa Inggris dalam media luar ruang yang menggelitik itu, akan semakin diperkaya nuansanya bila Anda sedikit jeli membaca-baca bagian luar bis mini yang wira-wiri di Wonogiri.</p>
<p>Misalnya, saya pernah menaiki bis mini yang terdapat tulisan, “Linkin’ Park.” Bis itu saya naiki ketika ikut rombongan mengantar om saya, <a href="http://trah.blogspot.com/%E2%80%9Dhttp://trah.blogspot.com/2008_02_01_archive.html#8723514092069196979/%E2%80%9D">Sriawan</a>, untuk dimakamkan ke Pokoh. Mungkin karena suasana duka, dalam sepanjang perjalanan di bis itu tidak terdengar, misalnya lagu “In The End” yang berisi rapnya Mike Shinoda dan teriakan melodius dari Chester Bannington yang vokalis utama grup  asal California itu.</p>
<p>Bagaimana bila kita menaiki bis mini di Wonogiri (foto) yang bergambar wajah komponis Jerman, Ludwig van Beethoven (1770–1827)  ?  <em>Keren</em> juga, pikir saya, ketika bisa memotret dua bis bergambar komponis yang kemudian jadi tuli di usia 30 tahun kelahiran Bonn itu di kota Wonogiri ini.</p>
<p>Betapa mengagumkan karena di Wonogiri ada penggemar lagu-lagu klasik yang fanatik, yang bahkan dikesankan merakyat karena wajahnya dipajang di kendaraan umum untuk rakyat.</p>
<p>Tetapi saya pesimis. Bila menaikinya kita tidak akan mendengar sajian simfoni nomor sembilannya yang terkenal itu. Lagu ini dalam versi pop saya kenal tahun 1972, saat saya bersekolah di Yogya. Dibawakan penyanyi Miguel Rios, berjudul “Song of Joy.” Lagu kesayangan Gus Dur itu pada tahun 2000, atas usul saya, juga agak sering dikumandangkan di Stadion Manahan Solo oleh kelompok suporter Pasoepati.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/SlgfygwC9aI/AAAAAAAAANQ/CZpvhggumYc/s1600-h/wng_wiyono200.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:199px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://3.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/SlgfygwC9aI/AAAAAAAAANQ/CZpvhggumYc/s320/wng_wiyono200.JPG" border="0" alt="" /></a><strong>Sewu kutho.</strong> Di dalam bis mini Wonogiri, baik yang memajang label Linkin’ Park atau wajah Beethoven itu, mungkin yang justru sering terdengar adalah lagu-lagu campursari. Ketika saya <em>nunut</em> dari Kedungringin ke GOR Donoharjo, di bis mini rute Wonogiri-Manyaran yang disopiri Wiyono (foto), anak om Mulyono dari Cengkal Wuryantoro, yang menggeber di dalamnya adalah juga lagu-lagu campur sari.</p>
<p>Tidak hanya di bis-bis mini atau perhelatan pengantin, bahkan dalam acara peresmian Ekspedisi Bengawan Solo Kompas 2007 (EBSK 2007), 9 Juni 2007, di Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, juga menggema lagu-lagu campursari. Yang ikut menyanyi adalah Mardiyanto, Gubernur Jawa Tengah saat itu dan Begug Purnomosidhi, Bupati Wonogiri.</p>
<p>Pak Bupati satu ini punya lagu favorit, Sewu Kutho-nya Didi Kempot. Lagu bertema <em>lelaku</em> pria yang menjelajah seribu kota untuk menemukan cinta itu selalu ia nyanyikan dimana-mana. Isi lagu ini lalu ia wujudkan dengan seringnya main wayang kulit dan membawa misi kesenian Wonogiri ke pelbagai kota. Bahkan sampai Belgia dan Singapura.</p>
<p>Aksi <em>ngelencer</em>-nya ini sering jadi bahan gunjingan tak sedap, dengan dipertanyakan oleh anggota DPRD, baik tujuan sampai siapa yang membiayai. Selalu saja memunculkan kontroversi demi kontroversi. Tapi selalu pula tidak tuntas sampai warga Wonogiri menjadi lupa sendiri.</p>
<p>Dengan demikian apa Pak Begug itu selama ini telah memberi nama jelek bagi misi kesenian Wonogiri, bagi Wonogiri, sekaligus bagi campursari ?  Atau sebaliknya ? Kita tunggu sesudah ia lengser pada tahun 2010 nanti.</p>
<p><strong>Hanya pemoles bibir.</strong> Yang pasti, campursari, di masa depan bagi warga Wonogiri, nampaknya akan tetap lestari. Karena nampaknya calon-calon bupati Wonogiri masa depan seleranya juga tidak akan jauh-jauh dari campursari.</p>
<p>Dalam Pilbup 2005 lalu, misalnya, ada kandidat yang berkampanye dengan mengedarkan CD campursari. Ia sendiri yang mengarang lagu-lagunya, menyanyikannya, menjadi aktor dalam videonya, sekaligus menjadi produsernya. Tetapi saya tidak tahu apakah ia juga mampu menyanyikan lagu-lagu itu secara <em>live</em> di depan audiens.</p>
<p>Campursari juga jadi senjata dalam Pilbup 2010 mendatang ini. Baru-baru ini, seorang teman yang mengelola kafe, menyodorkan kepada saya CD lagu-lagu campursari. CD tersebut ternyata dirancang oleh sang produser sebagai sarana sosialisasi dirinya guna memperebutkan kursi bupati Wonogiri 2010 mendatang.</p>
<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/SlggF8nkG2I/AAAAAAAAANY/XD-FtehDh-c/s1600-h/wng_rainbow200.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:200px;height:230px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/SlggF8nkG2I/AAAAAAAAANY/XD-FtehDh-c/s320/wng_rainbow200.JPG" border="0" alt="" /></a>Gambar dirinya dalam sampul, dapat diduga sebelumnya, mengenakan beskap Jawa. Memegang keris. Dalam salah satu lagunya, tentu saja ada lirik yang memuja-muji Wonogiri, termasuk Gunung Gandul (saya potret ketika muncul pelangi), aset wisata yang puluhan tahun terbengkalai itu. Hanya jadi buah bibir semata. Dinyanyikan tetapi tidak dipikirkan, tidak diperhatikan.</p>
<p>Tetapi, anehnya, di nomor selanjutnya, entah kenapa, muncul lagu yang memomrosikan Rowo Jombor Klaten sebagai tujuan wisata. Lagu ini, membuat saya sebagai wong Wonogiri, merasa mentah-mentah ia khianati. Sebagai calon bupati Wonogiri, mengapa ia perlu <em>cengkre</em>, ikut-ikut mengurusi Jombor pula ?</p>
<p><strong>Mencerdaskan rakyat.</strong> Saya bukan anti lagu-lagu campursari. Saya juga tidak tahu efektivitas media satu ini dalam memengaruhi konstituen ketika berlangsung sebuah pilihan bupati. Yang saya tahu, media ini bersifat searah. Karakternya persis seperti baliho atau spanduk yang riuh dipajang di jalanan saat kampanye Pileg atau Pilpres 2009 yang lalu.</p>
<p>Sarana kampanye satu ini semua seragam berisikan kata-kata sebagai berikut : “Hai rakyat, dengarkanlah dan ikuti kata-kataku. Percayai janji-janjiku, dan pilihlah aku !”</p>
<p>Para politisi itu seolah  berada di atas, rakyat berada di bawah mereka, rakyat jadi subordinat mereka, sekaligus mengira rakyat itu bodoh dan mudah mengikuti apa saja kata mereka. Persepsi itu salah besar. Mereka harusnya mau belajar dari ujaran Rebbeca MacKinnon, seorang blogger dan peneliti di Universitas Harvard yang mantan wartawan CNN di Beijing dan Tokyo.</p>
<p>Rebecca MccKinnon bilang, seseorang lebih  mampu menyerap dan mengelaborasi kembali informasi secara lebih mendalam bila yang bersangkutan dilibatkan dalam diskusi mengenai materi tersebut. Bahkan mereka akan memiliki pemahaman lebih mendalam lagi bila dirinya mampu menuliskan opini tentang hal bersangkutan di ruangan publik.</p>
<p>Merujuk tesis itu, hemat saya, baik untuk untuk mensosialisasikan pemilu, aturan-aturan baru, juga individu calon legislatif atau calon eksekutif,  sudah seharusnya rakyat diajak untuk berdiskusi. Ujung puncaknya mereka diajari untuk menulis di beragam media. Baik  berupa surat-surat pembaca, sampai artikel di media massa, atau pun di blog-blog mereka di Internet.</p>
<p>Termasuk membebaskan mereka untuk menuliskan kritik untuk para calon legislatif atau calon eksekutif bersangkutan. Mereka yang kritis jangan sekali-kali dihantam dengan palu hukum seperti yang dialami Pak Komari dan kawan-kawan dari Eromoko dalam cerita di awal tulisan ini.</p>
<p>Dengan demikian,  maka papan peraga kampanye di jalanan, juga CD berisi lagu-lagu campursari itu,  bukan sebagai media indoktrinasi. Bukan pula media searah, yang merendahkan sekaligus membodohi rakyat. Tetapi lebih merupakan undangan awal bahwa calon legislatif atau calon eksekutif bersangkutan bersedia membuka telinga untuk mendengar aspirasi rakyat. Kemudian terjadilah percakapan, <em>rembugan</em>, diskusi dan interaksi.</p>
<p><strong>Bangkit, blogger Wonogiri !</strong> Media komunikasi yang interaktif tersebut, kini telah tersedia. Internet. Tersaji di sana beragam media sosial sebagai sarana corong warga berbicara. Ada blog, juga Facebook. Terkait media-media sosial ini saya pernah menjual gagasan untuk mengadakan pelatihan <em>ngeblog</em> di Wonogiri.</p>
<p>Saya ajukan gagasan ini kepada dua pengelola warnet di Wonogiri. Tidak berhasil. Ketika itu bulan Puasa, idenya adalah mengadakan acara Ngabuburit with Ngeblog. Saya ajukan ke kepala perpustakaan Wonogiri. Kemudian coba saya hubungi fihak Telkom Wonogiri. Rupanya hari baik untuk gagasan itu belum tiba.</p>
<p>Termasuk ketika saya mencoba mengetahui apa kira-kira pendapat tokoh Wonogiri tentang Internet sebagai sarana mendemokratisasikan dan memakmurkan Wonogiri di masa depan,  saya mencoba kontak dengan salah seorang  dari  calon bupati Wonogiri 2010 mendatang. Kepada salah satu dari mereka yang menjagokan ingin maju, yang memiliki tiga gelar akademis itu, saya mengirimkan SMS kepadanya.</p>
<p>Inti isi SMS saya : untuk menggalang silaturahmi ke depan sebagai sesama warga Wonogiri, saya ingin memperoleh informasi alamat email dan situs tokoh yang bersangkutan. Saya cantumkan juga alamat email saya : wonogirinews (at) yahoo.co.id. Biaya SMS yang habis saya keluarkan memang hanya Rp. 150,00. Biaya untuk membalas SMS standar juga sama, bukan ?</p>
<p>SMS itu saya kirimkan 9 Juni 2009.<br />
Sampai kini sama sekali tidak memperoleh balasan.</p>
<p>Wonogiri, 10-11 Juli 2009</p>
<p>tmw</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=113&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/07/13/beethoven-internet-bupati-wonogiri-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/Slge4Oe5_jI/AAAAAAAAANA/yN-ahGO3foY/s320/wng_ilike200.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/Slgfgqb1UmI/AAAAAAAAANI/TVB2xPL3lI0/s320/wng_mufid%26me200.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/wng_spice400.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/wng_doorprice400.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/wng_beethoven400.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/SlgfygwC9aI/AAAAAAAAANQ/CZpvhggumYc/s320/wng_wiyono200.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_OZczCvp_Nr4/SlggF8nkG2I/AAAAAAAAANY/XD-FtehDh-c/s320/wng_rainbow200.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Solo Batik Carnival, Gebraklah Publikasi Dunia Maya !</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/25/solo-batik-carnival-gebraklah-publikasi-dunia-maya/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/25/solo-batik-carnival-gebraklah-publikasi-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 03:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bambang Haryanto Email : humorliner (at) yahoo.com Pebisnis batik Solo, pelajari fenomena kasus Prita Mulyasari. Satu email curhat-nya atas layanan RS Rumah Sakit Internasional Omni, membuat ia ditahan selama 20 hari. Tetapi segera kasus kontroversial yang menyinggung rasa keadilan itu memicu gelombang protes yang dahsyat. Semula hanya berupa bisik-bisik di dunia maya, tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=111&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/_KgPzAuuOBKk/Sj8P6-x1W8I/AAAAAAAAAdI/gTJXAlC54Zs/s1600-h/mouse120.JPG"><img style="float:left;cursor:pointer;width:120px;height:105px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KgPzAuuOBKk/Sj8P6-x1W8I/AAAAAAAAAdI/gTJXAlC54Zs/s320/mouse120.JPG" border="0" alt="" /></a>Oleh : Bambang Haryanto<br />
Email : humorliner (at) yahoo.com</p>
<p><strong>Pebisnis batik Solo</strong>, pelajari fenomena kasus Prita Mulyasari. Satu email <em>curhat</em>-nya atas layanan RS Rumah Sakit Internasional Omni, membuat ia ditahan selama 20 hari. Tetapi segera kasus kontroversial yang menyinggung rasa keadilan itu memicu gelombang protes yang dahsyat. Semula hanya berupa bisik-bisik di dunia maya, tetapi akhirnya menggelembung, hingga mampu menghasilkan efek publikasi yang luar biasa.   Ribuan orang menulis di blog, bertukar komentar di forum, milis, dan bahkan ratusan ribu orang sengaja bergabung dalam <em>cause</em> di Facebook untuk menuntut pembebasan Prita.  Ibaratnya  mereka berdemo dan ber-<em>gethok tular</em> di dunia maya yang akhirnya mendorong kasus tersebut dapat dibedah dan diletakkan dalam proporsinya.   Kasus Prita vs Omni di atas menunjukkan kedahsyatan media sosial, yang dapat hadir dalam beragam bentuk, misalnya <span id="more-111"></span>milis, forum, blog, wiki, podcast, album foto dan video di Internet. Media sosial berbeda dibanding media industri seperti surat kabar, televisi dan film.   Kalau media industri membutuhkan biaya besar dan sumber daya mahal untuk menerbitkan informasi, media sosial menyediakan sarana murah bagi setiap orang untuk menjadi produser informasi.   Fenomena ini membalikkan konsep media massa menjadi menciptakan media untuk massa. Setiap orang kini dengan bersenjatakan sarana penerbitan berbasis web yang murah, mudah dikelola, dengan koneksi yang selalu tersambung dan semakin canggihnya sarana komunikasi bergerak, mendaulat mereka menjadi partisipan yang aktif dalam menciptakan berita atau informasi, sekaligus berperan dalam penyebarannya.   <a href="http://s143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/?action=view&amp;current=bh_sbc420.jpg" target="_blank"><img src="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/bh_sbc420.jpg" border="0" alt="sbc,solopos,bambang haryanto,media sosial" /></a> <strong>Warga terlibat.</strong> Merujuk kepada kemampuan media sosial tersebut, pebisnis batik Solo, Pemkot Solo dan semua pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan acara tahunan Solo Batik Carnival (SBC) yang tahun ini akan digelar 26-28 Juni 2009, kini saatnya membuat terobosan baru.   Yaitu secara terencana sengaja melibatkan warga untuk menjadi corong suara ke persada dunia dengan memanfaatkan media-media sosial yang ada. Aktivitas SBC kemudian tidak hanya terpusat kepada persiapan bagi peserta arak-arakannya semata.    Melainkan harus juga menjangkau kepada warga yang  dimotivasi sampai dilatih secara  cerdas untuk tampil menjadi penerbit informasi di dunia maya tentang semua aspek SBC yang terjadi.   Untuk aksi satu ini kita dapat meneladani langkah yang ditempuh oleh UNS Sebelas Maret. Ketika cita-cita UNS ingin masuk dalam jajaran universitas kelas dunia, yang antara lain dinilai dari frekuensi dan akumulasi penerbitan sivitas akademikanya di dunia maya yang tercatat dalam mesin pencari Google, UNS telah memacu seluruh warganya untuk menjadi blogger, alias menjadi penerbit di dunia maya.       <strong>Terus berdengung.</strong> Para pemangku kepentingan terkait SBC harus melakukan  strategi serupa. Bahkan gerakan memobilisasi publikasi itu harus dilakukan secara sinambung. Sebelum, selama dan sesudah peristiwa budaya tersebut paripurna dilaksanakan. Sehingga peristiwa ini selalu menjadi <em>buzz</em>, berdengung senantiasa di dunia maya.   Ketika karnaval SBC berjalan, saya membayangkan kejadian menakjubkan seperti dikisahkan oleh ahli strategi Internet, John Blossom, asal AS. Dalam situs yang menyertai penerbitan bukunya, Content Nation : Surviving and Thriving as Social Media Changes Our Work, Our Lives, and Our Future (2009), ia bercerita tentang suasana peristiwa olah raga terakbar di Amerika Serikat, yaitu final kejuaraan Super Bowl XLIII awal Februari 2009 yang lalu.    Kiprah ribuan penonton yang sekaligus “wartawan” itu, dengan bersenjatakan media  jaringan sosial Facebook dan <em>microblogging</em> Twitter, menjadi fenomenal adanya.   John Blossom menulis : “Di tengah kerumunan itu stadion riuh berhias pendar-pendar nyala layar telepon genggam. Puluhan ribu warga biasa mengirimkan video, audio, foto dan pesan-pesan pendek kepada rekan-rekan mereka sebagai bagian integral peristiwa itu melalui sarana telepon genggam mereka.  (Fenomena ini) menegaskan betapa penerbitan melalui media sosial telah menjadi bagian dari selebrasi diri kita sebagai umat manusia.”   Solo Batik Carnival pasti juga merupakan bagian dari selebrasi warga Solo atas batik sebagai karya kebanggaan budaya mereka.  Saya memimpikan dan membayangkan betapa dahsyat bila rasa bangga itu, baik sebagai pelaku sampai sebagai saksi dari arak-arakan megah yang mempertontonkan karya kreatif dalam karnaval SBC itu,  dapat secara masif mereka ceritakan secara bersama-sama kepada dunia.   Tujuan akhirnya : Solo yang lebih <em>kuncoro</em> bukankah mampu mendatangkan maslahat bagi seluruh warganya ?<br />
[<span style="text-decoration:underline;">Catatan</span> : Tulisan ini dengan penyuntingan oleh redaksi telah dimuat di Harian Solopos, Senin, 22 Juni 2009].<br />
Wonogiri, 20-22 Juni 2009 ee</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=111&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/25/solo-batik-carnival-gebraklah-publikasi-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://2.bp.blogspot.com/_KgPzAuuOBKk/Sj8P6-x1W8I/AAAAAAAAAdI/gTJXAlC54Zs/s320/mouse120.JPG" medium="image" />

		<media:content url="http://i143.photobucket.com/albums/r150/wonogiri/bh_sbc420.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sbc,solopos,bambang haryanto,media sosial</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Gathering Wonogiri 2009</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/16/pendaftaran-gathering-wonogiri-2009/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/16/pendaftaran-gathering-wonogiri-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 07:32:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Gathering / Kopdar warga Wonogiri Member Facebook, Friendster , Yahoo mailist, WCC. Acara akan diselenggarakan pd tgl Rabu 23 September 2009 ( Lebaran +2 ) Biaya pendafataran : Umum @Rp 100.000,- Pelajar @Rp 50.000,- (tanpa T-Shirt) Kontribusi : T-shirt, Mug, Sticker, Makan siang &#38; Snack. bagi yang membawa teman atau saudara dikenakan biaya @Rp 50.000,- [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=109&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gathering / Kopdar warga Wonogiri Member <span>Facebook</span>, <span>Friendster</span> , <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;">Yahoo</span> mailist, WCC.</p>
<p>Acara akan diselenggarakan pd tgl Rabu <span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;background:transparent none repeat scroll 0 0;cursor:pointer;">23 September 2009</span> ( Lebaran +2 )</p>
<p>Biaya pendafataran :<br />
Umum @Rp 100.000,-<br />
Pelajar @Rp 50.000,- (tanpa T-Shirt)<br />
Kontribusi : T-shirt, Mug, Sticker, Makan siang &amp; Snack.<br />
bagi yang membawa teman atau saudara dikenakan biaya @Rp 50.000,- kontribusi sama kecuali T-shirt.<span id="more-109"></span></p>
<p>bagi yang diluar kota silakan transfer k Regk. 0158-01-015077-50-6 (BRI cab. Wonogiri) atas nama GUSTE SYALTHOUT FIRDAUS.</p>
<p>setelah transfer silakan konfirmasi lewat sms dengan format<br />
NAMA LENGKAP&lt;spasi&gt;ALAMAT&lt;spasi&gt;CABANG BANK PENTRANSFER kirim ke Nieko ( 085 29 339 336)<br />
setelah konfirmasi sms lalu kirim email data diri secara lengkap disertai ukuran T-shirt ke <a href="mailto:panitiagathering@gmail.com"><span>panitiagathering@gmail.com</span></a><br />
dan secepatnya kami akan upload nama pendaftaran di website kami.</p>
<p>bagi yang domisili di Wonogiri bisa daftar langsung ke warnet² yang telah ditunjuk :<br />
- Warnet <span>PENI</span> ( STM Pancasila 1 Wonogiri)<br />
- Warnet COKLAT ( Pokoh Wonogiri )<br />
- Warnet PRING GADING ( Selogiri )<br />
- Warnet HIDAYAH ( Wuryantoro )<br />
- Warnet RYZA ( Pracimantoro )<br />
- Warnet CELCIUS ( Manyaran )<br />
- Warnet SATELIT ( Baturetno )<br />
- Warnet COSMO ( <span>Sidoarjo</span> )<br />
- Radio RGM ( Ngadirojo)</p>
<p>Acara ada hiburan seru , Talk Show, game &amp; pembagian doorprice yang akan di pandu RGM Crew dan acara On-air di radio RGM.</p>
<p>Pendafataran akan ditutup 7 Agustus 2009</p>
<p>contact person : GUSTE (0273)325395</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=109&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/16/pendaftaran-gathering-wonogiri-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger Wonogiri, Content Nation, Prita Mulyasari</title>
		<link>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/05/blogger-wonogiri-content-nation-prita-mulyasari/</link>
		<comments>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/05/blogger-wonogiri-content-nation-prita-mulyasari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 07:26:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>entah1982</dc:creator>
				<category><![CDATA[wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[blogger wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[Content Nation]]></category>
		<category><![CDATA[Prita Mulyasari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wonogiriku.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Bambang Haryanto Surat blogger. Thanks, nDoro Kakung untuk reportasenya. Apakah Anda juga sempat “melihat-lihat” pengacara  Omni Hospital, Risma Situmorang, di sidang Prita Mulyasari itu ? Melalui BBC Siaran Indonesia (29/4/2009), saya mendengar Risma Situmorang berkata bahwa kebebasan berekspresi dibolehkan asal tidak mengganggu kebebasan subjektif orang/fihak lain. Déjà vu ! Sebagai pengamat komedi (plus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=106&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Bambang Haryanto</strong><br />
<strong>Surat blogger.</strong> Thanks, <a href="http://ndorokakung.com/2009/06/05/drama-pecas-ndahe/#comment-37110">nDoro Kakung</a> untuk reportasenya. Apakah Anda juga sempat “melihat-lihat” pengacara  Omni Hospital, Risma Situmorang, di sidang Prita Mulyasari itu ?</p>
<p>Melalui BBC Siaran Indonesia (29/4/2009), saya mendengar Risma Situmorang berkata bahwa kebebasan berekspresi dibolehkan asal tidak mengganggu kebebasan subjektif orang/fihak lain.</p>
<p>Déjà vu !</p>
<p>Sebagai pengamat komedi (plus : komedian masih gagal : <a href="http://komedian.blogspot.com">http://komedian.blogspot.com</a>), saya suka mengingat atau mengumpulkan soundbite tokoh-tokoh kita. Omongan Risma itu, kayaknya pernah saya dengar sebelumnya. Ternyata varian omongan tersebut pernah muncul dari Muhammad Nuh, Menkominfo kita.</p>
<p>Di BBC Siaran Indonesia (25/3/2008), ketika menteri kita itu memutuskan untuk memblokir situs-situs porno di Internet, ia berkata : “Kebebasan mencari informasi (di Internet) itu dibatasi oleh kebebasan yang lain, yaitu kebebasan untuk melindungi bangsa ini,” tegasnya.</p>
<p>Ketika heboh film Fitna buatan Geerts Wilders mencuat, Mei 2008, Menkominfo memutuskan Indonesia untuk memblok situs berbagi video, YouTube. Soundbite dia, intinya, bahwa adanya kebebasan berekspresi juga membuka kebebasan orang lain untuk menutup (memblok) produk kebebasan berekspresi itu.<span id="more-106"></span></p>
<p><strong>Hukum pasal karet.</strong> Benang merah dari pernyataan Menkominfo kita tahun lalu itu sampai kasus Prita Mulyasari sekarang ini, masalah ini akan TETAP menjadi masalah besar kita di masa yang akan datang.</p>
<p>Terutama terkait dengan aspirasi kita sebagai  pendukung kebebasan sipil (civil liberties) versus undang-undang yang draconian, yaitu UU ITE 2008  yang oleh “gagahput3ra” (komentar #26 di artikel Omni Pecas Ndahe) dikomentari dengan pernyataan : “Capek ngebahasnya, dari awal UU ITE penuh pasal karet….:( “</p>
<p>Terkait dengan gerakan kebebasan sipil, menarik juga ide dari “hendry” (komentar #50) yang menanyakan ada tidaknya organisasi semacam EFF, kalau tak salah kepanjangannya Electronics Frontier Foundation di AS, untuk “bantu penduduk yang berdomisili di Indonesia.”</p>
<p>Kembali lagi, seperti diungkap “Pangeran Ahmad Nurdin” (komentar di artikel Demo Pecas nDahe),  asal-muasal semua bencana itu adalah : “UU ITE-nya itu. Mbak Prita ini adalah salah satu korban yang terekpos dan mendapat sorotan simpati publik. UU ITE ini kan sudah lewat mekanisme perundang-undangan DPR, nah berarti semuanya dodol dan kita harus mengingatkan.”</p>
<p>Akhirnya, jangan lupa selalu akan sabda nDoro Kakung yang satu ini : “Kita harus bersatu melawan kesewenang-wenangan dan ketidakadilan semacam ini. Kita juga mesti semakin hati-hati. Musuh di luar sana semakin pintar. Kita juga harus semakin cerdik.”</p>
<p><strong>Perjuangan Sarah.</strong> Himbauan agar kita untuk menjadi cerdik ini telah dinasehatkan pula oleh organisasi Wartawan Tanpa Tapal Batas. Ketika muncul blog di WordPress, November 2008, yang berisi komik menghina Nabi Muhammad SAW, dan lagi-lagi Menkominfo kita sempat bicara “keras” untuk para blogger, nasehat dari Wartawan Tanpa Tapal Batas itu sempat muncul di kepala saya. Sekarang muncul lagi.</p>
<p>Apakah kita para blogger suatu saat, untuk menghindari bencana seperti yang dialami oleh Prita sekarang ini,  harus berlaku seperti tokoh “Sarah” yang harus tampil di dunia maya secara anonim ? Kalau Anda ada waktu silakan klik : [ <a href="http://esaiei.blogspot.com/2008/11/bila-indonesia-tergigit-blogger-berbisa.html">http://esaiei.blogspot.com/2008/11/bila-indonesia-tergigit-blogger-berbisa.html</a>] untuk mengikuti kiprah “Sarah” dan membaca tip dan kiat-kiat berharga dari organisasi Wartawan Tanpa Tapal Batas itu.</p>
<p>Terakhir, terima kasih, Ibu Prita.  Semangat dan gut Anda untuk  mengeluarkan isi hati terkait ketidakadilan yang Anda rasakan, kini mampu menjadi inspirasi kita semua. Dahsyat. Dahsyat sekali. Benarlah kata begawan Internet dari majalah Wired, Kevin Kelly, bahwa “succes is nonlinear !”</p>
<p>Seperti pula di bagian halaman cause facebook  di <a href="http://apps.facebook.com/causes/290597">http://apps.facebook.com/causes/290597 </a>yang digawangi oleh Ika (creator),  Enda Nasution, Wenny Trisvianne, Agus Hamonangan, Mariana Amiruddin, bukankah di situ tertulis slogan inspiratif : Anyone can change the world ? Keberanian Ibu Prita ini mampu mengubah dunia kita, semoga, akan menjadi lebih baik nantinya.</p>
<p>Terima kasih untuk Lasma Siregar (Melbourne) yang pertama kali menularkan info kasus Ibu Prita kepada saya. Juga untuk Arista Budyono dari www.wonogiriku.wordpress.com  di Jakarta   yang terus membocori saya tentang info-info perjuangan dari blognya nDoro Kakung ini.</p>
<p>Terima kasih untuk Antyo Rentjoko, yang mungkin rada jengkel pada tanggal 4/6/2009 saya bombardir ide agar peristiwa besar ini bisa diabadikan dalam kaos sebagai memorabilia. Sampai ide ramai-ramai menghitamkan, black out, blog-blog kita di postingan tanggal saat Ibu Prita disidang, sebagai bentuk demo maya kita.</p>
<p><strong>Warga bangsa penerbit.</strong> Tentu saja, terima kasih banyak untuk nDoro Kakung himself.  Asupan info Anda yang membuat hari-hari terasa menggairahkan. Saya di kota kecil Wonogiri merasa berbahagia di tengah gelombang aksi demo maya yang menggairahkan ini, inspiratif ini, di antara Anda, baik pembaca dan penulis komentar di blog ini. Juga di media sosial lainnya yang diikat oleh satu inspirasi mulia yang sama.</p>
<p>Keikutsertaan  secara sukarela yang dipandu oleh hati nurani itu benar-benar melambungkan saya ikut merasa menjadi warga yang disebut oleh John Blossom sebagai content nation, bangsa penerbit.</p>
<p>Topik aktual ini pernah saya tulis di Tabloid BOLA (13 Maret 2009) saat ulang tahun ke 25 tahun dan di blog suporter sepakbola  <a href="http://suporter.blogspot.com,">http://suporter.blogspot.com,</a> dengan judul : Media Sosial dan Masa Depan BOLA.</p>
<p>Content Nation itu punya slogan : the world is a nation of publishers. be a citizen.</p>
<p>Ibu Prita adalah salah satu warga terhormatnya.</p>
<p>Juga kita-kita semua !</p>
<p>Salam saya dari Wonogiri !</p>
<p>Wonogiri, 5/6/2009</p>
<p>[PS : (1) Para calon presiden kita kini juga menaruh perhatian pada kasus Ibu Prita. Tetapi mereka  nampaknya super-gaptek semua. Belum lagi ada kubu yang menamai tim-tim pendukungnya dengan istilah-istilah atau kode era radio CB, beriklan tak mencantumkan URL situsnya (kali tak punya), dan mungkin tidak tergerak untuk mempelajari bagaimana kedasyatan media sosial, termasuk blognya nDoro Kakung ini, beraksi.</p>
<p>Fakta menunjukkan, media sosial telah membuat kasus Ibu Prita menjadi a gigantic roar (istilah dari Luis Marinho Falcão) sehingga mereka ikut-ikutan bicara. Kenapa fenomena dahsyat ini tidak menjadi modus kampanye mereka ? Mungkin mereka justru ketakutan bahwa kita sebagai “content nation” akan menyalak balik terhadap mereka bila ada hal-hal yang tidak sesuai isi hati nurani. Begitukah ?</p>
<p>(2) Rerasan usil : jangan-jangan di luar sana, entah seseorang yang di tipi suka disebut sebagai pakar multimedia  atau caleg dpr yang gagal, justru bercita-cita agar semakin banyak penulis keluhan di internet atau para blogger, yang bisa masuk penjara ? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' />  ]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wonogiriku.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wonogiriku.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wonogiriku.wordpress.com&amp;blog=4281876&amp;post=106&amp;subd=wonogiriku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wonogiriku.wordpress.com/2009/06/05/blogger-wonogiri-content-nation-prita-mulyasari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">entah1982</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
