Bulan kemarin adalah bulannya para blogger banyak acara yang dilakukan para blogger. Apa jadinya bila suporter blogger (demikian saya mengistilahkan saya sendiri) yang menghadirinya. Tentu atribut kebanggan dipakai acara perhelatan itu. Lalu apa jadinya ketika Seorang “begawan” Blogger ikut dalam Acara yang serupa, tentu tesis tesis yang mantap yang akan dia berikan.
Berikut adalah 2 kesaksian Wong wonogiri asli yang menghadiri perhelatan tersebut.
Bambang Haryanto dan saya sendiri yang menghadiri acara kumpul kumpul blogger tersebut
Solo Cyber City Dalam Gugatan Blogger Solo
Oleh Bambang Haryanto
Senyapnya blogger Solo. “Anda seorang blogger ?” Itulah pertanyaan yang mungkin paling manis bagi telinga seorang blogger. Hal itu saya alami pada sebuah sore hari yang bergairah di kawasan city walk Solo, 30 Juli 2008. Di sisi kanan dan kiri kawasan pedestrian itu ramai berjajar para netters dengan laptop mereka, asyik mengikuti aksi browsing Internet bersama di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, jalan utama kota Solo.
Acara tersebut, yang diikuti 468 peserta, merupakan aksi pemecahan Rekor Museum Indonesia (MURI) kategori browsing Internet bersama-sama. Tanggal 30 Juli kemudian dicanangkan sebagai Solo Cyberholic Day. Solo punya hari mabuk Internet. Solo punya hari gandrung Internet. Kota Solo sedang memamerkan otot kekuatannya di bidang teknologi informasi
Pertanyaan kejutan “Anda seorang blogger ?” tadi muncul dari Gus Koko. Ia mengaku sebagai blogger dari Bandung. Ia berkalungkan kartu identitas dari Blogger Indonesia. Sore itu ia menyambangi hampir satu demi satu mereka yang sedang asyik dengan laptopnya, dengan pertanyaan serupa. Untuk yang sudah memiliki blog, ia melakukan tukar-menukar URL di secarik kertas bloknotnya. Untuk yang belum ngeblog, ia sarankan agar segera ngeblog.
Kami berdua lalu jalan bareng dan saya membeo saja sapaan dia itu. Saya terkesan dengan ikhtiar Gus Koko itu. Sampai-sampai saya tidak kritis atau skeptis untuk menanyakan cerita atau status organisasi yang tertera di kartu ID-nya itu. Bahkan saya tidak sempat memperhatikannya. Sesama blogger sebaiknya memiliki sangka baik, bukan ? Para blogger adalah bersaudara. Begitu kata hati saya.
Tetapi yang lalu mengusik adalah, ia juga menanyakan eksistensi blogger Solo saat itu. Gus Koko menyentil bahwa banyak peristiwa besar di Solo, tetapi liputannya di dunia maya hanya oleh media online yang standar. Itu pun tidak masif. “Mana blogger Solo ? Mana suara blogger Solo ?”
Urban guerrilla.
Sebagai orang Wonogiri, walau kelahiran Solo, saya tidak tahu jawabnya. Rupanya, pertanyaan itu baru bisa agak terjawab empat bulan kemudian. Ketika berlangsung acara Jagongan Blogger a la Solo, 23 November 2008. Mengambil momentum Pesta Blogger Nasional 2008 (22/11/2008), para blogger Solo dapat saling bertemu. Lokasinya di gerai Speedy Hik, lantai 3, Solo Grand Mall.
Dengan dukungan Speedy Solo dan Laptop Solo, komunitas bloggger Pasarsolo.com, menggelar acara jagongan atau ketemuan sesama blogger Solo untuk rembukan. Topiknya kali ini menggugat kelanjutan proklamasi Pemkot Solo untuk merealisasikan diri sebagai sebuah kota cyber di tahun 2010. Juga mendata peran apa saja bagi para blogger Solo dalam mengisi proklamasi bersangkutan.
Dalam acara itu, yang kebetulan sebagai pencetus gagasan 30 Juli sebagai Solo Cyberholic Day, saya didaulat sebagai provokator untuk memancing lalu lintas sumbang saran dan obrolan. Pekerjaan saya relatif mudah ketika seorang blogger Solo (walau asal Makam Haji, Sukoharjo), Haris Firdaus, saya daulat untuk bicara. Karena mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS, fellow pada Kabut Institut, penulis buku dan kolom itu, telah menggugat kelanjutan program Solo Cyber City dalam artikelnya di harian Kompas Jawa Tengah (29 September 2008).
“Apakah konsep kota cyber yang hendak dicapai itu hanya sekadar pemasangan hot spot di tempat-tempat strategis seperti yang telah dilaksanakan sekarang, ataukah juga akan berimbas pada pengelolaan administrasi birokrasi, itu juga tak jelas,” gugatnya.
Ia pun merujuk pernyataan pakar TI internasional Onno W. Purbo, bahwa “tantangan utama membangun cyber city bukanlah pemasangan instalasi fisik teknologi internet. Perangkat fisik teknologi, kata Onno, hanya menjadi satu bagian kecil dari konsepsi kota cyber secara keseluruhan.
Tantangan terbesar justru membangun sebuah komunitas cyber yang berisi sumber daya manusia berkualitas yang mampu memproduksi informasi secara baik. Dalam istilah Onno, sebuah kota cyber hanya akan terwujud dan mampu bertahan hidup tatkala ada knowledge based society, masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.”
Pak Jokowi, dengarkanlah. Saya pun tergoda untuk berandai-andai. Di manca negara, wacana sebuah cyber city sering mensyaratkan signifikansi persentase warga kota bersangkutan yang berkiprah dalam bidang teknologi informasi. Sebagai contoh adalah kota Seattle, di bagian utara Amerika Serikat itu. Disana telah bercokol perusahaan-perusaaan kampiun TI kelas dunia, seperti Microsoft, Google, Amazon.com dan belasan perusahaan-perusahaan TI baru yang menyerap tenaga-tenaga kerja baru di bidang teknologi informasi.
Pak Jokowi, pada tahun 2010 nanti sudahkah hadir perusahaan “Microsoft a la Solo”, “Google a la Solo”, atau “Amazon.com a la Solo” di Solo ? Mimpi memang halal dan sah untuk dilambungkan. Juga untuk para blogger Solo. Peserta jagongan kemudian nampak bersepakat kembsali ke bumi. Bahwa, biarlah Pemkot Solo menyelesaikan pekerjaan rumah mereka. Sedang para blogger Solo, yang oleh Haris disebut sebagai gerilyawan urban, harus hadir terus sebagai sumber-sumber suara kritis, dengan pertama kali harus mengasah amunisi terampuh mereka : otak mereka. Memperkaya isi blog-blog mereka.
Pasar gagasan kritis. Sumber-sumber suara kritis itu, yang memperoleh kanal relatif bebas, tentu saja nongkrongnya yang ideal di dunia maya. Internet dan terutama blog memang menjadi tumpuan untuk perjuangan penegakan demokrasi. Sempat saya sebutkan nama-nama Arash Sigarchi di Iran, Raja Petra Kamaruddin di Malaysia, sampai Fuad Al-Farhan di Arab Saudi. Mereka adalah blogger-blogger yang kritis dan kenyang keluar-masuk penjara.
Kritis, tetapi tak usah masuk penjara, itulah semangat dari pendirian portal blog Pasarsolo.com, ko-produser gagasan acara jagongan tadi. “Solo kini sedang naik daun. Sedang menjadi sorotan nasional dan internasional,” kata Sadrah Sumariyarso, motor portal blog Pasarsolo.com ini.
“Tetapi semua itu jangan membuat warga kota menjadi silau. Kebijakan Pemkot harus terus dikawal dengan membangkitkan pemikiran-pemikiran yang kritis pada warganya. Portal Pasarsolo.com hadir untuk menampung suara-suara kritis dari kalangan akar rumput itu,” lanjut Sadrah.
Cita-cita yang hebat. Apalagi memang banyak media massa utama, yang ber-DNA-kan pendekatan atas-bawah, lebih sering sebagai sumber informasi yang bersifat searah. Pendekatannya broadcast, top-down, lebih berfihak kepada para penguasa dan pengusaha. Media massa tradisional itu, yang bersifat oligarki itu, memang senantiasa memposisikan akar rumput berada di pinggiran.
Suara rakyat, suara akar rumput yang otentik dan beragam, memang sering mudah terdengar dalam dengungan sebuah pasar. Semangat pasar itu pula yang kental mengemuka dalam acara jagongan tadi. Mantan wartawan dan eksekutif radio di Solo, Duto Sri Cahyono, misalnya. Ia membuka banyak wacana upaya untuk menumbuh kembangkan komunitas yang kritis dan hidup di blogosfir Solo. Antara lain tentang pembentukan ceruk-ceruk komunitas yang berbasis pada hobi, kegemaran.
Duto banyak cerita menarik tentang hobinya memelihara burung. Dipadu antara kemampuan menulis yang mumpuni dan kejeliannya dalam menangkap peluang pasar, bisnis burung-burung berkicau itu dapat dia rentang “ekor panjang”-nya. Saya juga sempat menyinggung tesisnya Chris Anderson dan the long tail-nya itu. Dalam kiprah Duto, ia menggelarnya sampai ke bisnis sangkar burung, obat-obatan, konsultasi dan bahkan tutorial. “Bersinergi dengan blog, bisnis Anda apa pun, mampu merengkuh dunia,” tegasnya.
Terima kasih, Mas Duto. Masih terkait dengan hobi, Is “Hio” Aryanto, kartunis dan karyawan pers yang berdomilisi di Purwosari, ikut memamerkan blog komunitasnya di Solo yang menampung beragam kreasi dan kegiatan para penggemar penyanyi dan aktivis sosial, Iwan Fals. Taufik menjual beragam merchandise sepakbola terkait kedudukan blognya untuk menampung aktivitas suporter Pasoepati Solo.
Andy, aktivis LSM yang mengkritisi tindakan korupsi di Solo, Patiro, memiliki aktivitas hebat. Tanpa perlu dukungan pemerintah kota, dengan komputer-komputer bekas dan akses Internet tak terbatas bagi kantor LSM-nya, ia telah berusaha meluberkan akses itu sehingga merakyat untuk warga kampungnya di Sodipan, Solo. Salut banget, Mas Andy.
Pasar gagasan yang bergairah. Para blogger Solo lainnya yang hadir, seperti Gabon, Kornelius, I Love Solo, Ladyelen, MySukmana, Hens, Siska, Kusuma, Loso, Yoyo dan belasan simpatisan yang memenuhi gerai Speedy Hik itu, tentu setuju dengan ajakan Mas Khoirul, pengelola gerai menarik ini.
Menurut Mas Khoirul, sarana ini terbuka untuk diisi dengan beragam aktivitas intelektual oleh para blogger Solo. Bahkan tanggal 30 November 2008 di tempat yang sama akan diisi oleh Kurniawan dari UNS Sebelas Maret yang akan membahas topik Trik dan Kiat Mempercantik Blog Anda.
Pasar gagasan yang semoga terus berdengung. Dalam acara itu saya sempat melemparkan wacana bagaimana mensinergikan antara kiprah para blogger Solo dengan potensi-potensi ekonomi kreatif di kota ini. Sebagai tabungan. Kita semua berharap, isi dari lalu-lintas obrolan sore itu dapat menjadi benih-benih yang bisa tumbuh di kemudian hari, untuk menyemarakkan jagat blogsfir dan geliat ekonomi kreatif di Solo masa depan.
“Saya senang skali diSolo ad acra seprti td. Sip!” begitulah potongan SMS dari Haris Firdaus, saya terima ketika senja jatuh dan bis Serba Mulya membawa saya pulang ke Wonogiri. Kabar gembira yang sempat memicu rasa sedih. Sebagai blogger memang nasibnya sering ibarat sebagai dukun : Anda seringkali bukan siapa-siapa di lingkungan Anda, tetapi justru dianggap “sakti” oleh mereka yang jauh di luar lingkungan Anda.
Sore itu, di salah satu mall besar di Solo, menjadi saksi kesedihan saya itu. Sebagai blogger saya bisa “mendalang” di Solo. Tetapi di Wonogiri, kota saya, status saya sebagai blogger merupakan status yang masih tidak terdengar.
Wonogiri, 24/11/2008;
===========================================================
Pesta Blogger Lebaran Blogger (part 1)
Oleh arista budiyono
Hari kemarin tentu merupakan salah satu heri bersejarah buat saya dan ribuan orang lain nya, yang juga mengikuti acara Pesta Blogger 2008. ada banyak cerita, pengalaman, teman, yang didapat dari PB 08 kemarin.Datang pukul 08.00 dan akhirnya baru bisa reservasi pukul 08.30 tepat seperti yang diagendakan panitia PB yang di rilis di web. Akhirnya memasuki Aula yang sebelumnya sempat aku masuki ketika komisi yudisial berulang tahun. Dan menghadirkan beberapa budayawan termasuk Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjeng. Duduk sendirian, mencari – cari barangkali ada yang kenal. terutama Ilman Akbar dan mas basuki
akhirnya pukul 09.30 mas basuki menelpon. akhirnya bertemu pula, dengan kawan dari dunia maya….. sedang asyik mengobrol, ada seseorang yang menegur, “arista….?” aku hanya mengangguk ” Badung.” kata dia singkat. Angan menyeruak memasuki list teman teman di Face Book dan ketemu satu nama “Badung Selalu” ujar ku. Dan dia mengangguk. padahal aku nggak gitu akrab dengan badung. tapi dia mengenaliku. mau tahu lewat apa???? lewat avantar ini. hampir semua forum yang aku ikutin selalu memakai avantar itu.
dan akhirnya aku tahu kalau aku juga sempat mengobrol dengan bandung lewat massage kaskus. setelah sore harinya aku browsing browsing di kaskus.
kembali ke Acara Laptop.
acara dibuka pukul 10.00 diawali oleh sambutan ndoro kakung dengan statmen andalan nya ” apa kabar kisanak” kemudian dilanjutkan oleh yang lain lain. dilanjutkan dengan sebuah diskusi tentang tema PB kali ini ” blogging for society” yang dipandu oleh Enda . lalu dilanjutkan dengan sesion diskusi dengan 5 Blogger asing yang diundang.
sesudah itu break makan siang dan dilanjutkan dengan diskusi diskusi kecil, aku memilih kreatifitas yang menghadirkan pembicara Yoris Sebastian, raditya dika dan yang aku nggak sangka… ternyata dika pendek ya… persis banget ma Ruston nawawi salah satau teman ku dulu di download mania yang sekarang katanya sedang kerja di Olalal Cafe Bintaro . dan Gokil nyadika persis banget ma ruston. cuma dia nggak seberuntung dika.
setelah acara makan snack, dilanjutkan dengan pembahasan tentang Breakout sessions. dan saat pembagian door prise pun dilakukan. dan apa daya, no 1407 unya ku tidak disebut kan oleh mbak johana. dan ada kejadian unik, ketika pengumuman pengambilan hadiah Ipod salah satu nama yang disebut adalah M.Ilman Akbar….. “gile… dari tadi nyariin baru ketemu sekarang dalam hati. itupun karena ilman menang. lha kalau nggak? begitu turun dari panggung aku langsung mencegat Ilman> dan dia juga ternyata mencariku dari tadi. berkenalan lah dengan mas andree juga akhirnya
akhir nya pulang dengan perasaan yang lumayan puas. dan masih belum berakhir disini karena di Busway bareng dengan pemenang ke 3 Photo contest mas Angga. dan sepanjang perjalanan harmoni kalideres di isi lagi dengan obrolan – obrolan penambah wawasan. Satuhari yang bermakna, satu hari yang mungkin bakal dikenang karena ada kaos dan tas jinjing sebagai souvenir plus agenda bolpoin yang bisa digunakan menuliskan ide tiap hari.
thanks Pesta Blogger 2008
============================================================================
Dilema Blogger (catatan Dari Pesta Blogger)
Kemeriahan perbloggeran Indonesia bulan November ini memang luar biasa. Tercatat banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh para blogger ini, sebut saja muktamar Blogger Oleh BHI, kemudian ada juga jagongan Blogger oleh komunitas blogger pasar solo, lalu ulang tahun ke 2 Blogger makassar (angin mamiri). Dan yang paling akbar mungkin adalah Pesta Blogger di jakarta Sabtu 22 November Kemarin.
1000 Blogger berkumpul dari seluruh daerah, mengikuti gelaran pesta yang diketuai oleh ndorokakung ini. Tercata ada 13 komunitas blogger yang kesemuanya dirangkai apik oleh panitia dalam sebuah video, berikut dengan kegiatan kegiatanya masing masing. Dan komunitas Bali Blogger dan cah Andong adalah “juaranya”
Jumlah peserta blogger kali ini memang setidaknya 2 kali lipat tahun kemarin, komentar ilman yang kebetulan tahun kemarin juga ikut serta. Dengan menggandeng sponsor antara lain US Embassy, Telkom dan Telkomsel, Speedy dan My Pulau, Microsoft, Oxfam, Toyota Astra Motor, Kompas.com, Nokia, BlogDetik, Canon, BCA, BlogDetik, dan Pandi. Wajar jika pesta kali ini memang benar benar terasa pesta. Biaya registrasi 50 ribu berbuah sangat banyak sekali souvenir dari sponsor, dari tas jinjing untuk laptop, kaos Pesta Blogger, Stiker, CD – Cd, Gantungan kunci dan ber puluh puluh Door Prize lain nya.
Inilah Pesta, inilah lebaran buat para blogger, akan tetapi kadang kita lupa menggambil makna dari sebuah pesta. Pesta mungkin bukan hanya sekedar hura hura, show of force atau jenis kepameran kepameran lainnya. Harus ada perenungan. Bagaimana nanti kedepannya.
Masih teringat tentu kita kala UU ITE ingin di sah kan, komunitas Blogger dituduh sebagai hacker karena banyak sekali situs situs pemerintah yang pada saat itu di Hacking, stiga buruk itu mungkin lambat laun mulai terkikis dan hilang, akan tetapi kembali mencuat ketika kartun Nabi di muat disalah satu blogger. Dan stigma blogger negatif kembali di tunjukan di depan hidung kita. Beruntung kesigapan Enda CS yang menyurati wordpress untuk segera menutup site yang memuat gambar kartun tersebut. Sebuah tulisan pak Bambang
Kemunculan dua blog hitam, baik blog yang berisi ancaman pembunuhan atau pun blog bermuatan SARA itu, ibarat bangsa kita sedang tergigit oleh ular berbisa. Reaksi pertama kita yang sering muncul adalah ungkapan marah, lalu berusaha mengejar ular bersangkutan, dan bahkan kalau bisa kita dapat membunuhnya.
Tetapi dalam balutan rasa marah dan aksi ingin membalas dendam itu kita sering buta dan lupa diri. Bahwa racun atau bisa ular yang sudah masuk dalam aliran darah itu akan melumpuhkan diri kita. Bahkan mampu membunuh kita pula.
Untuk umat Islam yang menjadi sasaran provokasi blog SARA tersebut, mari kita hentikan aliran racun itu dulu. Kita dapat bercermin dari kata-kata tokoh agama Din Syamsuddin, bahwa Nabi Muhammad SAW tidak berkurang mulianya akibat cercaan atau penghinaan semacam itu. Ia mengimbau agar umat Islam berlaku bijak dan tenang. Ancaman gigitan blogger-blogger berbisa dipastikan akan lebih banyak lagi di masa datang. Bangsa Indonesia bebas memilih. Apakah memilih berperilaku mengumbar amarah dan berusaha membunuh blogger-blogger itu ? Atau kita pertama kali lebih memilih untuk berusaha memperkuat ketahanan diri, agar selalu mampu menetralkan diri dari racun-racun berbisa itu, sehingga kita tetap terus bersatu dan juga bertahan ?
Apa yang kita pilih para blogger, blog hanya sebuah media, ia bersifat seperti air bisa berbentuk apa saja tergantung si empunya. Akankah kita akan menambah daftar blog hitam tersebut atau kita kembali bersuci setelah merayakan fitri kebloggeran kemarin.
Sebuah kuantitas tentu harus diimbangi dengan kualitas
Sebuah tagline ayo ngeblog ada yang berbunyi, ayo capai 1 juta blogger di tahun 2008. tentu harapan Ilman dkk ingin 1 juta orang ini memang adalah blogger blogger yang mumpuni, bukan sekedar yang punya blog saja. Bagaimana dengan blog anda???
|
|





wah kemaren saya ga ikut pesta blogger sich jadi ketinggalan deh beritanya
Artikelnya bagus menambah wawasan dan pengalaman saya trims ya…lanjutkan artikelnya saya tunggu. O iya…Teman boleh minta bantuannya? Saya lagi ikut lomba Speedy Blogging Competition 2008, dimana criteria penilaiannya blog adalah banyak pengunjung, posting dan komentar. Boleh saya minta komentar dari teman untuk artikel di blog saya? Please….. Kalau Boleh Kunjungi blog saya, hari ini saya baru posting artikel tolong komentarnya, komentarnya harus berkaitan dengan artikel yang di pilih teman. Ini alamatnya : http://regedit.blog.telkomspeedy.com/ terima kasih banyak.